Logo SitusEnergi
BPH Migas: Rasio Jumlah Kendaraan dan SPBU Belum Sebanding BPH Migas: Rasio Jumlah Kendaraan dan SPBU Belum Sebanding
Jakarta, situsenergy.com Anggota Komite BPH Migas, Henry Ahmad mengungkapkan, bahwa rasio antara jumlah kendaraan dan masyarakat belum sebanding dengan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar... BPH Migas: Rasio Jumlah Kendaraan dan SPBU Belum Sebanding

Jakarta, situsenergy.com

Anggota Komite BPH Migas, Henry Ahmad mengungkapkan, bahwa rasio antara jumlah kendaraan dan masyarakat belum sebanding dengan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada  saat ini, khususnya untuk wilayah luar Jawa dan Bali sehingga masih perlu ditambah lagi.

“Memang ratio antara jumlah penduduk dengan penyalur atau luasan wilayah dengan penyalur masih perlu kita tingkatkan lagi sehingga terjadi keseimbangan,” kata Henry kepada situsenergy.com di Jakarta, Jumat (16/3).

Menurut Henry, untuk meningkatkan ratio tersebut ada sejumlah aspek yang perlu dikaji misalnya saja kenapa ratio tersebut rendah dan apa penyebabnya. Kemudian apa perlu ratio tersebut ditingkatkan, dan jika perlu maka bagaimana cara dan mekanismenya.

“Pandangan saya ratio penyalur dengan jumlah penduduk atau luasan wilayah masih terlalu kecil sehingga harus didorong upaya-upaya peningkatan jumlah penyalur. Yang dimaksud penyalur di sini tidak hanya milik Pertamina tetapi juga Badan Usaha (BU) lain,” tukasnya.

Ia mengungkpkan, saat ini ratio antara jumlah penyalur dengan jumlah penduduk sekitar 1: 35.000, padahal idealnya 1:5000 jadi perlu ditingkatkan hingga 7 x lipat dari yang ada sekarang

BACA JUGA   Pertamina Uji Pasar Dexlite di Gunungsitoli

Lebih jauh ia juga mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan ideal SPBU di dalam negeri, maka bisa diarahkan untuk membangun SPBU skala kecil (SPBU Mini/SPBU Modular) atau semacam Pertamini. “Menurut saya, upaya Pertamina Patra Niaga mewacanakan pembangunan SPBU Mini adalah hal yang teramat solutif,” ujarnya.

Henry menambahkan, bahwa apa yang diwacanakan Patra Niaga itu merupakan sebuah langkah terobosan untuk mencapai ratio yang dibutuhkan. Karena jumlah penduduk yang tidak merata untuk luasan wilayah yang sama dan kekurangan penyalur saat ini di wilayah yang jauh dari perkotaan.

“Kalau di kota-kota besar di Jamali sudah mendekati ideal tapi untuk wilayah di luar Jawa, Madura dan Bali hal itu masih jauh,” ungkapnya.

“Yang pasti program pembangunan spbu mini yang  dilontarkan Patra Niaga untuk membangun atau memfasilitasi pembangunan. 1000 SPBU Mini itu patut didukung. Bila perlu Pemerintah memberikan insentif untuk program tersebut,” tambah dia.

Sebagaimana diketahui baru baru ini , Dirut PT Pertamina Patra Niaga , Gandhi Sri Widodo, telah meresmikan perdana sebuah spbu mini yang disebut BB Mart di wilayah Balongan Cirebon. BB Mart akan dikembangkan lebih lanjut oleh Patra Niaga.(adi)

BACA JUGA   Hadapi Dinamika Industri Migas, Pertamina Serahkan Dividen Rp 8,57 T

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *