Logo SitusEnergi
BBH Layak Jadi Sumber Energi Alternatif BBH Layak Jadi Sumber Energi Alternatif
Jakarta, situsenergy.com Indonesia memiliki sumber hidrogen berlimpah yang bisa  dieksplorasi menjadi bahan energi. Bahan Bakar Hidrogen (BBH) layak dipertimbangkan sebagai salah satu sumber energi... BBH Layak Jadi Sumber Energi Alternatif

Jakarta, situsenergy.com

Indonesia memiliki sumber hidrogen berlimpah yang bisa  dieksplorasi menjadi bahan energi. Bahan Bakar Hidrogen (BBH) layak dipertimbangkan sebagai salah satu sumber energi nasional.

Demikian salah satu poin penting pikiran Iwan Ratman PhD dalam  kuliah umum terbuka, pada Kamis (19/10) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah. Paparan tersebut turut dihadiri sejumlah ilmuwan dari Jepang, Jerman dan berbagai negara asing  lainnya. Presiden Direktur PT Petro T and C International, mengelaborasi  mengenai potensi bahan bakar hidrogen di Tanah Air.

Menurutnya, ke depan kita memiliki sumber daya energy alternative dari bahan bakar hydrogen yang sangat potensial.

Dari sekian banyak energi terbarukan, menurut Iwan, bahan bakar hidrogen  (BBH) merupakan energi yang ramah lingkungan.  ‘’Produk hasil pembakarannya hanya air sehingga tidak menjadi polusi. BBH telah digunakan sebagai bahan bakar roket,’’ ujar alumnus ITB dan Undip serta  Universitas Texas dan Imperial College London itu.

Menurutnya, dengan hidrogen yang relatif sedikit direaksikan dengan oksigen menghasilkan energi yang dapat mengantarkan roket keluar angkasa. Prinsip ini telah menjadi pemikiran eropa untuk mencanangkan BBH sebagai sumber energi nasional, seperti Swedia dan Inggris.

BACA JUGA   Kasus Sengketa Lahan Warga Untuk Gardu Listrik Di Ambon, Kuasa Hukum Pertanyakan Sertifikat Milik PLN

Indonesia, katanya,  memiliki sumber hidrogen berlimpah  yang bisa  dieksplorasi menjadi energi sehingga pencanangan BBH sebagai sumber energi nasional sangat cocok diterapkan.

Selain itu membahas bahan bakar hydrogen, Iwan juga mengemukakan bahwa penelitian di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) makin berkembang untuk antisipasi adanya krisis energi, dan itu bukan hanya menjadi isu di dunia, tetapi juga menjadi isu di Indonesia.

Sejauh ini Indonesia masih menggunakan energi fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas bumi) sebagai sumber energi utama. Pemakaian energi fosil akan menyebabkan pemanasan global akibat sisa pembakarannya yang berupa gas CO dan CO2.

Terkait penggunaan BBH, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebenarnya telah merancang skuter hidrogen.

Skuter hidrogen itu merupakan hasil kerja sama dua bagian LIPI, yaitu Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (P2 Telimek) dan Pusat Penelitian Bioteknologi. Selain itu, proyek ini juga melibatkan pihak Feng Chia University di Taiwan yang membuat tangki penyimpanan hidrogen.

Kepala P2 Telimek Budi Prawara menjelaskan proyek ini adalah konversi dari sepeda motor konvensional berbahan bakar bensin hingga bisa meneguk bahan bakar hidrogen. Pusat Penelitian Bioteknologi yang mengkaji bagaimana hidrogen dalam bentuk gas bisa dijadikan bahan bakar.

BACA JUGA   Pertamina MOR VII Terima Penghargaan Lingkungan Hidup dari Gubernur Sulsel

“Hidrogen adalah energi masa depan. Di Jepang sudah diimplementasikan untuk pembangkit dan di rumah tangga. Sekarang negara-negara maju, termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan termasuk Indonesia jadi pemimpin teknologi hidrogen,” kata Budi, Senin (10/10).

Skuter hidrogen LIPI rencananya akan diperkenalkan untuk publik di Indonesia Science Expo (ISE) yang akan digelar 23 – 26 Oktober 2017 di Balai Kartini, Jakarta. (Fyan)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *