Home MIGAS Akan Bentuk Panja, Komisi VI DPR Bakal Sambangi Kilang Pertamina Cilacap yang Terbakar
MIGAS

Akan Bentuk Panja, Komisi VI DPR Bakal Sambangi Kilang Pertamina Cilacap yang Terbakar

Share
Anggota Komisi VI DPR-RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Anggota Komisi VI DPR-RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron memastikan, pihaknya di Komisi VI DPR akan membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk melakukan investigasi atas insiden kebakaran yang terjadi pada Tangki 36 T-102 Kilang Pertamina Internasional RU IV CIlacap pada Sabtu (13/11/2021) lalu.

Herman memastikan, ia dan tim akan menyambangi Kilang RU IV di CIlacap pada pekan depan, untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, sehingga insiden kebakaran itu terjadi berulang kali.

“Keputusan politik kami, kami dalami Panja dan saya akan meminta untuk diaudit oleh Holding. Supaya Holding dapat menjamin seluruh yang namanya subholding-subholding tersebut betul-betul juga dalam pengawasan, perlu juga dalam pengamanan holding,” tegas Herman dalam diskusi Aktual “Siapa Dalang Kebakaran Kilang Pertamina” yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (19/11/2021).

“Hari Selasa kami akan datang ke Cilacap. Hari Selasa (23/11/2021),” tegasnya lagi.

Pihaknya, kata Herman, tidak akan mentolerir alasan Pertamina yang menyatakan bahwa seluruh dampak sosial telah teratasi. Ia memastikan, penyebab dari insiden kebakaran itu harus diusut tuntas.

“Gitu pemikirannya, jangan hanya kedalam, tapi juga keluar. Kalau pemikirannya hanya kedalam, padamkan saja lalu sudah selesai. Tapi kita juga harus tahu betul apa sumbernya,” kata Herman Khaeron.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar memastikan bahwa pihak KPI selaku pengelola Kilang RU IV Cilacap telah memastikan, insiden kebakaran tangki minyak berisi Pertalite itu telah teratasi dengan baik. Tak hanya persoalan api saja, melainkan dampak sosial dari kebakaran itu juga sudah tertangani dengan baik.

“Setiap ada insiden tentu ada dampaknya, baik untuk internal kami sendiri maupun bagi masyarakat. Kami juga punya prosedur. Protap atau SOP bagaimana kita untuk membina ataupun melakukan penanggulangan pasca bencana, termasuk dampak-dampak yang terjadi di Masyarakat. Dan Alhamdulillah kalau saya mendapat laporan dari rekan-rekan di Cilacap bahwa penanganan dampak terhadap sosial masyarakat ini sudah dapat teratasi semuanya,” kata Arie Gumilar. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Bongkar Kinerja 2025! Produksi Migas Tembus 157 Ribu BOEPD, Laba Nyaris USD 900 Juta

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memamerkan sederet capaian penting sepanjang...

Sumur GNK-PD28 Lampaui Target, Pertamina Drilling Catat Produksi hingga 2.184 Barel per Hari

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mencatat capaian baru melalui...

Produksi Migas PHI Lampaui Target RKAP 2025, Catat Rekor Tertinggi dalam Lima Tahun

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat kinerja produksi minyak dan...

Iriawan Ingatkan Pertamina Waspadai Risiko Global, Ketahanan Energi Jadi Prioritas

Jakarta, Situsenergi.com Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, meminta seluruh lini...