Home ENERGI Pendapatan PLN Disjaya Hampir Capai Target
ENERGI

Pendapatan PLN Disjaya Hampir Capai Target

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menyatakan pendapatan usahanya hampir mencapai target. Hingga Oktober 2018 pendapatannya sebesar Rp40 triliun. Sementara target minimum yang ditetapkan korporasi adalah Rp44 triliun hingga akhir tahun 2018.

“Tahun ini Jakarta saja (target Rp44 triliun), sekarang capai Rp40 triliun, saya masih ada 2 bulan untuk kejar target itu,” kata General Manager PLN Disjaya, M. Ikhsan Asaad usai menghadiri Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2018 di Kelurahan Cikoko, Jakarta Selatan, Rabu (28/11).

Ikhsan optimis target minimum ini dapat tercapai hingga Desember 2018 nanti. Sebelumnya PLN Disjaya mematok target pendapatan Rp50 triliun meskipun dari PT PLN Pusat mentargetkan pendapatan dari PLN Disjaya sebesar Rp44 triliun. Menurutnya, apabila sampai akhir tahun hanya mampu menembus level Rp44 triliun maka hanya sebatas target minimum saja.

“Target besarnya kami ingin Rp50 triliun, kalau tercapai Rp44 trilin saya tidak senang, biasa-biasa saja,” ujar Ikhsan.

Dikatakannya, untuk mengejar target itu banyak hal yang dilakukan PLN Disjaya salah satunya adalah dengan mendorong penggunaan listrik secara optimal kepada masyarakat. Salah satunya penggunaan perangkat elektronik dan juga kendaraan listrik. Meskipun baru sebatas kampanye, penggunaan kendaraan listrik akan menjadi peluang bagi PLN mendapatkan pendapatan berlebih.

Hal yang paling penting lagi, lanjut Ikhsan, adalah meminimalisir penggunaan listrik secara ilegal oleh masyarakat dengan menyediakan ribuan SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum). Hingga kini PLN Disjaya sudah membangun SPLU sebanyak 1.700 titik. Fasilitas ini dapat mengurangi aksi pencurian listrik di tengah masyarakat sekaligus dapat menjadi modal bagi PLN untuk terus mendorong penggunaan kendaraan listrik. Dia menjamin kesiapan PLN dalam menyediakan infrastruktur untuk pengembangan kendaraan listrik khususnya di Ibukota.

“Sekarang 1.700 titik (SPLU), kita ingin tunjukkan ke masyarakat tidak usah khawatir kalau gunakan kendaraan listrik ada tempat ngecasnya. Pendapatannya dari situ (SPLU) sampai Oktober 2018 itu Rp1,2 miliar. Artinya SPLU itu digunakan,” pungkas Ikhsan.

Sebagai tambahan informasi, dalam peringatan HMPI, PT PLN menanam 22.000 pohon di wilayah-wilayah operasional PLN. Aksi ini dilakukan serentak oleh 22 unit kerja PLN se-Indonesia. Untuk di Jakarta sendiri ditanam sebanyak 1.000 pohon berupa pohon endemis yang langka. Aksi ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli. Upaya ini mengacu pada Keppres RI No. 24 Tahun 2008.

Total dana yang digelontorkan PLN Peduli untuk penanaman 22.000 pohon sebesar Rp3,19 miliar seluruh Indonesia. Aksi tanam pohon yang PLN lakukan dalam rangka HMPI 2018 ini merupakan kelanjutan dari aksi tanam pohon tahap I yang dilakukan pada 5 Juni 2018. Melibatkan 32 unit PLN se-Indonesia, PLN menanam total 34.000 pohon. Total dana yang dikeluarkan PLN Peduli pada Tahap I ini sebesar Rp4,64 miliar. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...