Home ENERGI Pemilik Kapal Ramai-Ramai Tolak Gunakan B20, Ada Apa?
ENERGI

Pemilik Kapal Ramai-Ramai Tolak Gunakan B20, Ada Apa?

Share
Share

Jakarta, SitusEnergy.com

Pemilik kapal yang tergabung dalam Indonesian National Shipowner Association (INSA) mulai bersuara kepada pemerintah untuk meminta pemberlakuan kebijakan bahan bakar campuran nabati B20 untuk sektor pelayaran ditunda. Pasalnya, penggunaan B20 dianggap tidak cocok dengan m sin kapal dan berpotensibuat kerusakan karena bahan yang dikandung B20 tidak cocok dengan spesifikasi mesin kapal.

Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan permohonan penundaan pemberlakuan B20 di sektor pelayaran melalui surat yang dikirim langsung kepada 4 Menteri, yaitu Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri ESDM, Menteri Perhubungan, dan Menteri Perindustrian.

Menurut Carmelita, setidaknya ada 9 alasan yang diajukan terkait keberatan tersebut. “Kandungan FAME yaitu pelarut dalam BBM dapat menyebabkan korosif pada seals dan gasket,” kata Carmelita di Jakarta, Jumat (9/11).

Alasan lainnya adalah, penggunaan B20, dapat menghasilkan GEL dalam keadaan dingin dapat mengisi terutama saat penyimpanan. B20, lanjutnya, juga akan mengurangi tenaga yang berakibat angka penggunaan BBM yang lebih boros untuk jarak tempuh yang sama.

Didalam surat itu, kata Carmelita, juga dicantumkan testimoni para ahli soal rawannya penggunaan B20 untuk mesin kapal. “Untuk mengetahui insiden yang dapat menimbulkan kecelakaan karena B20, asosiasi DPP INSA sangat mengharapkan pemerintah menunda pemakaian B20,” kata dia.

Sebagai informasi saja, didalam surat yang dikirim INSA pada 11 Oktober 2018 lalu merupakan jawaban dari Permen ESDM No 41 Tahun 2018 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati, dimana salah satu industri yang diwajibkan untuk menggunakan bahan bakar minyak sawit 20 persen adalah sektor perkapalan dan pelayaran. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...