Home ENERGI Pembayaran Non Tunai di SPBU Pertamina  Pulihkan Krisis Ekonomi
ENERGI

Pembayaran Non Tunai di SPBU Pertamina  Pulihkan Krisis Ekonomi

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Pengamat ekonomi Universitas Batanghari, Pantun Bukit, menilai positif upaya Pertamina dalam menerapkan pembayaran non tunai di SPBU. Termasuk yang terbaru, ketika BUMN tersebut bersinergi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Padang pekan ini.

“Pembayaran non tunai bagi pelanggan SPBU yang dilakukan Pertamina sangat baik. Sistem tersebut memiliki kontribusi besar bagi perekonomian dan bahkan bisa memulihkan nilai tukar Rupiah saat ini,” kata Pantun dalam keterangannya pada sejumlah media, Rabu (26/9/2018).

Launching pembukaan jalur Non Tunai (JNT) di SPBU Padang sendiri, dilakukan pekan ini di SPBU 14.251.518 Pisang. Sistem pembayaran di SPBU secara non tunai itu sendiri bukan yang pertama. Saat mudik 2018, BUMN tersebut sudah membuka layanan pembayaran tanpa uang cash tersebut di berbagai SPBU di Pulau Jawa. Selain dengan BRI, Pertamina juga menggandeng salah satu penyedia layanan Perbankan, yakni Mastercard. Melalui berbagai kerja sama tersebut, Pertamina berharap bahwa target untuk menerapkan sistem pembayaran non tunai tersebut di SPBU di seluruh Indonesia, bisa tercapai.

Menurut Pantun, pembayaran non tunai di SPBU akan membantu Pemerintah untuk memantau jumlah uang yang beredar secara online. Misalnya, jumlah transaksi per hari, semua bisa dicatat melalui sistem tersebut. Hal ini tentu berbeda jika pembayaran dilakukan tunai, dimana banyak transaksi yang tidak tercatat.

Karena itulah, menurut Pantun, sistem pembayaran non tunai sekaligus bisa menurunkan jumlah para spekulan. Muaranya, tentu saja nilai tukar Rupiah yang bisa dikendalikan dengan baik. “Apalagi sistem tersebut diberlakukan di SPBU dimana setiap orang pasti membutuhkan BBM. Jadi, kalau sistem pembayaran non tunai dimulai dari SPBU, maka secara perlahan bisa memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia,” jelas Pantun.

Itu sebabnya, Pantun mendukung perluasan sistem pembayaran tersebut. Jika saat ini masih diterapkan di berbagai SPBU di Jawa dan Sumatera Barat, Pantun berharap ke depan akan semakin banyak SPBU yang membuka Jalur Non Tunai (JNT) bagi pelanggan.  Tidak hanya itu, Pantun juga berharap, ke depan seluruh sektor ekonomi juga akan mengikuti langkah Pertamina dalam menerapkan sistem pembayaran non tunai. Karena dengan mengurangi uang kartal (uang tunai) semaksimal mungkin, lanjut dia, perekonomian nasional menjadi lebih efisien. (Fyan)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...