Jakarta, Situsenergi.com
Kejutan besar menghampiri industri minyak dan gas bumi nasional. SKK Migas bersama Pertamina EP Zona 10 mengumumkan lonjakan produksi dahsyat dari Lapangan Bunyu, Kalimantan Utara. Kegiatan Well Intervention pada Sumur BN-38 membuahkan hasil yang mencengangkan dan jauh melampaui perkiraan awal.
Para pelaku industri migas tentu tidak boleh melewatkan momentum emas ini. Sebelum pekerjaan intervensi dimulai, Sumur BN-38 hanya mampu mencatatkan produksi minyak sekitar 8 BOPD. Kondisi low production tersebut memicu langkah cepat tim operasional untuk melakukan reopening Lapisan J-72 sekaligus memasang gas lift guna membangkitkan kembali potensi tersembunyi sumur tersebut.
Langkah strategis ini terbukti memicu ledakan produksi yang luar biasa. Hasil uji produksi dari Lapisan J-72 pada interval 1.076,5 hingga 1.077,5 meter mencatatkan angka minyak sebesar 733 BOPD. Capaian spektakuler ini menembus 2.221 persen dari target awal yang hanya 33 BOPD. Tidak berhenti di situ, produksi gas ikut melonjak drastis mencapai 0,52 MMSCFD dari target semula 0,10 MMSCFD, alias meroket 520 persen.
Tambahan pasokan ini langsung memperkuat portofolio energi nasional karena Sumur BN-38 sudah resmi berstatus Put on Production. Artinya, aliran minyak segar tersebut langsung masuk ke sistem produksi Pertamina EP Zona 10 tanpa menunda waktu.
Keberhasilan luar biasa ini makin sempurna berkat efisiensi biaya operasional yang amat ketat. Penggunaan Rig Own SIP-02 berkapasitas 350 HP menyelesaikan seluruh rangkaian pekerjaan hanya dalam durasi 9 hari, hingga rig resmi release pada 28 September 2026. Realisasi biaya lapangan mencatatkan angka sekitar USD 85.896. Angka tersebut jauh menghemat anggaran dari rencana awal sebesar USD 139.896,21, atau hanya menghabiskan sekitar 61 persen dari pagu dana.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan keberhasilan ini menjadi angin segar untuk mengejar target lifting nasional menjelang akhir tahun.
“Dengan demikian terbukti doa Bapak-Ibu dikabulkan Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa produksi bisa ribuan persen di atas target. Untuk itu mohon kita terus berdoa minta kepada Tuhan, Insya Allah sisa kegiatan pemboran, WO/S sampai dengan akhir Desember 2026 mendapatkan produksi yang lebih besar berlipat ganda dari target tiap sumurnya,” papar Djoko Siswanto di Jakarta pada Rabu, 1 Oktober 2026.

Capaian fenomenal Sumur BN-38 ini membuktikan bahwa potensi migas Indonesia masih menyimpan kejutan besar. Keberhasilan di Lapangan Bunyu sekaligus menjadi sinyal kuat bagi kebangkitan sektor energi tanah air. (MK/GIT)
Leave a comment