Jakarta, Situsenergi.com
Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) selalu menyimpan daya tarik tinggi sekaligus risiko kerja yang sangat besar. Memahami tantangan nyata di lapangan, puluhan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) bergerak cepat mengambil peluang emas untuk mempelajari langsung praktik keselamatan kerja di PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).
Melalui program Industrial Safety Program for Innovation and Real Experience (INSPIRE), sebanyak 52 mahasiswa bersama delapan dosen pendamping mendatangi Pasir Ridge Community Center (PRCC), Balikpapan. Langkah ini menjadi momen krusial bagi para calon ahli keselamatan kerja untuk menyerap pengalaman nyata dari praktisi papan atas hulu migas.
Assistant Manager Safety HSSE Zona 10 PHKT, Enos Parubak, menyambut langsung kedatangan rombongan ITK bersama tim praktisi Departemen HSSE Zona 10. Para praktisi memaparkan secara menyeluruh aspek penting operasional PHKT, mulai dari pengendalian bahaya, keandalan fasilitas, pengelolaan perubahan, hingga kesiapan operasional lapangan.

Sesi diskusi interaktif langsung memicu antusiasme peserta. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali rahasia penerapan ilmu keselamatan kerja, baik di fasilitas darat (onshore) maupun laut lepas (offshore).
Salah satu peserta program INSPIRE, Muhammad Haydan, mengaku mendapatkan perspektif baru yang sangat berharga selama mengikuti kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat berdampak bagi kami karena memberikan gambaran yang aktual dan faktual mengenai bagaimana ilmu yang kami pelajari di perkuliahan diterapkan langsung di lapangan kerja, khususnya terkait aspek keselamatan kerja,” ungkap Haydan.
Pembina Kemahasiswaan ITK, Anis Rohmana Malik, mengingatkan para mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar langsung dari pelaku industri migas.

“Harapannya, melalui kegiatan ini mahasiswa dapat memperoleh banyak ilmu dan pengalaman yang sebelumnya mungkin hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas. Karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Anis.
Sementara itu, Head Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, menegaskan komitmen PHKT dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan nasional. Menurutnya, kolaborasi ini menciptakan ruang belajar dua arah yang saling menguntungkan.
“Di PHKT, kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan di bidang pendidikan bagi masyarakat, termasuk memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri hulu migas,” jelas Elis.
Elis menambahkan bahwa interaksi ini membuka wawasan generasi muda tentang krusialnya aspek keselamatan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
“Kegiatan INSPIRE yang kami dukung, menjadi ruang belajar dua arah, ketika mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dari dunia industri, sementara praktisi PHKT berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda,” pungkasnya.
Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 10, PHKT terus mengelola bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Kalimantan Timur & Attaka berdasarkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk menghadirkan energi yang selamat, efisien, dan ramah lingkungan. (***)
Leave a comment