Jakarta, Situsenergi.com
Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Jindi bersama Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berhasil menuntaskan pengeboran dua sumur pengembangan di Struktur West Belani, Sumatera Selatan.
Dua sumur tersebut yakni West Belani-21 dan West Belani-22 yang berada di Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara. Keduanya menyasar Formasi Air Benakat dan mencatat hasil pengujian awal di atas target produksi.
Dua Sumur Baru, Target Langsung Terlampaui
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan keberhasilan pengeboran tersebut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui jalur lapor Good News di Jakarta, Minggu (20/9/2026).
“Alhamdulillah, KKKS PT Jindi berhasil menyelesaikan pengeboran dua Sumur Pengembangan, yaitu Sumur West Belani-21 dan Sumur West Belani-22, pada tahun 2026,” ujar Djoko.
Sumur West Belani-21 menjalani pengeboran vertikal hingga kedalaman akhir 2.075 kaki atau sekitar 632 meter. Setelah pengeboran rampung, tim membuka zona produksi pada bagian atas Formasi Air Benakat dan memasang pompa artificial lift.
Hasil pengujian awal menunjukkan sumur tersebut menghasilkan 191 barel minyak per hari (BOPD) dengan kandungan air 55%. Angka itu melampaui target produksi yang ditetapkan sebesar 180 BOPD.
West Belani-22 Cetak Produksi 166 BOPD
Sementara itu, PT Jindi mulai mengebor West Belani-22 pada 13 Juli 2026. Sumur ini juga menyasar Formasi Air Benakat dan mencapai kedalaman akhir 2.160 kaki atau sekitar 658 meter.
Tim kemudian membuka zona produksi pada bagian atas formasi dan memasang artificial lift. Hasil pengujian awal mencatat laju alir 166 BOPD dengan kandungan air hanya 0,45%.
Produksi tersebut juga berada di atas target yang ditetapkan sebesar 150 BOPD. Hasil pengeboran dua sumur ini sekaligus menambah kontribusi produksi dari Struktur West Belani.
Produksi Selanjutnya Jadi Fokus
SKK Migas menyebut hasil kedua sumur memberikan data aktual mengenai karakteristik zona produksi Formasi Air Benakat. Selanjutnya, operator akan mengevaluasi performa kedua sumur dan sumur eksisting.
Tim juga akan memantau laju produksi serta kandungan air dan mengoptimalkan pengoperasian artificial lift agar produksi berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Saya mohon doa agar kedua sumur dapat segera memberikan kontribusi produksi secara optimal dan berkelanjutan,” pungkas Djoko. (MK/GIT)
Leave a comment