Jakarta, Situsenergi.com
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengajak pelaku usaha dan mitra strategis memperkuat kolaborasi pengembangan energi hijau berbasis biomassa dari residu pertanian, perkebunan, kehutanan hingga sampah. Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menegaskan potensi biomassa Indonesia mencapai 83,4 juta ton per tahun, dengan Sumatera sebagai penyumbang terbesar.
“Semua sumber biomassa itu ada di dekat titik-titik pembangkit PLN. Potensi ini harus kita bangun menjadi ekosistem agar memberi nilai tambah, bukan hanya untuk energi, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha daerah,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

PLN EPI memetakan rantai pasok melalui konsep sub-hub, hub, dan main hub untuk memastikan efisiensi dan kualitas. Hingga kini, perusahaan telah berkolaborasi dengan hampir 200 mitra pemasok, 80 persen di antaranya UMKM. “Jadi ekonomi sirkularnya jalan. 2,5 juta ton itu rata-rata dari kolaborasi UMKM dengan desa,” kata Hokkop.
Strategi ini mendukung program co-firing PLTU sekaligus pengembangan lima lini bisnis: biomassa, compressed biogas (CBG), pengelolaan sampah, bio-charcoal, dan dedieselization. Dalam peta jalan 2026–2030, penggunaan biomassa ditargetkan naik dari 3,7 juta ton menjadi 10 juta ton, dengan pemanfaatan limbah hingga 20 juta ton per tahun, pengurangan emisi 12 juta ton CO₂e, serta penciptaan 150 ribu lapangan kerja hijau.
PLN EPI juga menjajaki biohidrogen melalui gasifikasi untuk kebutuhan industri, termasuk amonia, sebagai bagian dari transisi menuju energi rendah karbon. (DIN/GIT)
Leave a comment