Jakarta, situsenergi.com
Pertamina memperkuat hubungan dengan mitra kerja melalui Supplier Relationship Management (SRM) Summit 2026 di Grha Pertamina, Jakarta. Forum ini mendorong terciptanya rantai pasok yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.
Mengusung tema Fostering Collaboration for Sustainable Growth and Operational Excellence, kegiatan tersebut mempertemukan Pertamina, supplier, pelaku industri, perbankan, dan pemangku kepentingan.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan perubahan industri energi menuntut seluruh pihak terus beradaptasi. Karena itu, Pertamina memperkuat keselamatan, kolaborasi, dan budaya perbaikan.
“Karena itu ada tiga hal yang harus terus diperkuat, yaitu budaya keselamatan, orkestrasi kolaborasi yang semakin baik, serta kemauan untuk terus berubah dan melakukan perbaikan,” ujar Oki.
Direktur Penunjang Bisnis Pertamina M. Erry Sugiharto menilai mitra kerja memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi. Ia juga menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi standar bersama.
“Keselamatan bukan sekadar persyaratan kontrak, melainkan komitmen yang harus dimiliki oleh seluruh insan Pertamina dan mitra kerja,” kata Erry.

Sementara itu, Senior Vice President Procurement Pertamina Yan Martes Andreas mengatakan SRM Summit menjadi bagian dari roadmap Procurement 2026-2031. Pertamina fokus memperkuat transparansi pengadaan, kemampuan supplier, komunikasi, dan prinsip keberlanjutan.
Pertamina juga mengenalkan Sustainable Procurement yang menghubungkan vendor dengan perbankan Himbara untuk membuka peluang green financing bagi pekerjaan yang memenuhi kategori Taksonomi Keuangan Berkelanjutan.

SRM Summit 2026 berlangsung secara hybrid dan diikuti 1.270 peserta online. Forum ini juga menghadirkan diskusi panel, coaching clinic, penghargaan, serta penguatan kompetensi supplier. (*)
Leave a comment