Magelang, situsenergi.com
Pertamina memperkuat kemandirian energi desa melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB). Program ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur energi bersih, tetapi juga membekali warga yang mengelolanya.
Salah satunya Alfredo Nicholas Saputra Kolin di Kampung Posa, Sorong, Papua Barat Daya. Ia merawat PLTS berkapasitas 3,3 kWp yang menggerakkan sistem Solar Water Treatment untuk menyediakan air bersih bagi warga.
“Kalau listrik dari PLTS berhenti, air bersih juga ikut berhenti. Karena itu saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik,” ujar Alfredo.
Di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Burhanudin juga mengelola PLTS berkapasitas 6,6 kWp. Energi tersebut membantu mengoperasikan mesin produksi Virgin Coconut Oil (VCO) berdaya 5.500 watt sehingga aktivitas usaha kelompok masyarakat berjalan lebih lancar.
Pertamina kini memperkuat kapasitas para local hero melalui edukasi, pelatihan, dan sertifikasi. Program DEB telah menjangkau 262 desa, sementara 128 local hero sudah memperoleh sertifikasi kompetensi.

Pada 5-7 Agustus 2026, Pertamina kembali memfasilitasi sertifikasi bagi 21 local hero di Magelang. Mereka mempelajari regulasi ketenagalistrikan serta pengoperasian dan pemeliharaan PLTS.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan masyarakat memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan energi bersih.

“Keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh hadirnya infrastruktur, tetapi juga oleh masyarakat yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya,” kata Baron.

Hingga kini, DEB telah menciptakan nilai ekonomi Rp5,65 miliar per tahun dan menghasilkan energi terbarukan 1.302.700 Wp. Program ini juga memberi manfaat kepada 283.841 jiwa di berbagai daerah. (*)
Leave a comment