Jakarta, situsenergi.com
PHR Regional 1 terus menggenjot produksi migas di tengah tekanan natural decline pada lapangan-lapangan mature. Strategi ini menjadi kunci perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Muhamad Arifin mengatakan Regional 1 berkontribusi sekitar 31% terhadap lifting minyak nasional hingga semester I 2026. Kontribusinya mencapai sekitar 177 ribu barel per hari.
“Menjaga produksi dari lapangan mature membutuhkan upaya yang semakin kompleks,” kata Arifin dalam Media Gathering PHR Regional 1 2026 di Sentul, Rabu (29/7/2026).
Pada semester I 2026, produksi minyak Regional 1 mencapai 178,03 MBOPD atau 87% dari target. Produksi gas mencapai 746,80 MMSCFD atau 98% target, sedangkan lifting minyak mencapai 177,47 MBOPD.
PHR menghadapi tantangan besar di Blok Rokan yang telah berproduksi sejak 1952. Lapangan tersebut mengalami natural decline lebih dari 30% setiap tahun.
Untuk mengatasinya, PHR menjalankan tiga strategi utama, yakni Energy Security, Energy Transition, serta New Business & Strengthening Enablers. Strategi tersebut mencakup optimalisasi teknologi recovery, eksplorasi, digitalisasi, dekarbonisasi, hingga pengembangan bisnis baru.
PHR juga mencatat perkembangan positif. Hingga Juni 2026, perusahaan menyelesaikan tiga sumur eksplorasi, merealisasikan 163 sumur eksploitasi, menambah cadangan P1 sebesar 6,26 MMBOE, serta membukukan temuan sumber daya 2C sebesar 16,49 MMBOE.

Di sisi keselamatan, Regional 1 mencatat zero fatality, TRIR 0,00, dan 74,97 juta jam kerja aman hingga Juni 2026. PHR juga terus mendorong pemanfaatan AI, IoT, otomasi, CEOR, dan MNK untuk menjaga kinerja produksi. ***
Leave a comment