Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) memperkuat budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) untuk menjaga keandalan operasi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam HSSE Leadership Forum 2026 bertema Managing Climate Risk in Oil & Gas Business: Strengthening Resilience and Sustainability Across the Value Chain yang berlangsung di Auditorium PGAS, Jakarta, Rabu (22/7).
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menilai perubahan iklim juga membuka peluang ekonomi melalui pengembangan ekonomi karbon. Karena itu, ia mendorong dunia usaha ikut memperkuat pasar karbon.

“Climate risk sebetulnya adalah bisnis. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan saya berharap perusahaan-perusahaan Indonesia menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan peluang tersebut,” ujar Jumhur.
Ia juga menekankan bahwa penerapan HSSE mencerminkan penghormatan perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan manusia.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan perusahaan terus menjalankan mandat pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sambil mendorong dekarbonisasi di seluruh rantai bisnis.
Pertamina diproyeksikan mengebor lebih dari 1.000 sumur pada tahun depan. Perusahaan juga mencatat penemuan cadangan migas baru di Sumatera Selatan.
Dengan sekitar 130 ribu pekerja, Pertamina terus memperkuat keselamatan melalui penggunaan alat pelindung diri, stop work authority, penguatan integritas aset, dan pembinaan kontraktor.

“Kami ingin memastikan seluruh perwira berangkat bekerja dengan sehat dan pulang ke rumah dengan selamat. Kami akan terus memperkuat budaya keselamatan di seluruh lingkungan Pertamina,” kata Oki. (*)
Leave a comment