Palembang, situsenergi.com
Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Bagian Selatan makin mengandalkan sistem logistik multimoda. Integrated Terminal (IT) Kertapati memadukan jalur Sungai Musi, jalan raya, dan kereta api untuk menjaga pasokan energi tetap mengalir hingga wilayah perkotaan dan pedalaman.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meninjau langsung operasional IT Kertapati dalam Management Walkthrough (MWT), Rabu (22/7). Ia mengecek fasilitas penerimaan, tangki penimbunan, penyaluran, hingga sistem distribusi yang menjadi kekuatan utama terminal tersebut.
Menurut Iriawan, kondisi geografis Sumatra Selatan membutuhkan pola distribusi energi yang fleksibel dan efisien. Karena itu, integrasi tiga moda transportasi menjadi kunci untuk menjaga kelancaran pasokan BBM.

“Keunggulan utama IT Kertapati terletak pada integrasi berbagai moda transportasi. Kombinasi jalur Sungai Musi, transportasi darat, dan kereta api menjadikan distribusi energi lebih fleksibel dan efisien,” ujar Iriawan.
Mobil tangki masih menjadi tulang punggung distribusi harian menuju SPBU. Sementara itu, Rail Tank Wagon (RTW) melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat pengiriman BBM ke terminal di wilayah pedalaman, termasuk TBBM Lahat.
IT Kertapati memiliki kapasitas penimbunan 52.561 kiloliter (KL) dengan throughput rata-rata sekitar 7.444 KL per hari. Terminal ini menyalurkan Pertalite, Biosolar B40, Solar B0, Pertamax, Pertadex, hingga Pertamax Turbo.
Operasional terminal juga mendapat dukungan pipa Plaju–Kertapati sepanjang 12,57 kilometer, dua dermaga, serta empat filling point mobil tangki. Selain itu, IT Kertapati mengoperasikan 77 mobil tangki berkapasitas total sekitar 1.480 KL dengan dukungan 389 Awak Mobil Tangki (AMT).

Dari fasilitas ini, BBM mengalir ke Palembang, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Lahat, Muara Enim, Prabumulih, hingga Sekayu. Dengan peran tersebut, IT Kertapati menjadi salah satu simpul penting logistik energi yang menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian Sumatra Bagian Selatan. (*)
Leave a comment