Jakarta, situsenergi.com
PT Elnusa Tbk memperkuat kolaborasi dengan PHR Zona 4 melalui penerapan teknologi Dual Completion di Adera Field. Teknologi ini membantu mengoptimalkan dua reservoir melalui satu sumur tanpa perlu mengebor sumur baru untuk setiap lapisan.
Implementasi tersebut berlangsung di sumur BNG-D14 dan menjadi bagian dari strategi pengembangan lapangan migas yang telah memasuki fase mature field. Selain meningkatkan efisiensi, metode ini juga mengurangi kebutuhan intervensi sumur dan mengoptimalkan cadangan hidrokarbon yang masih produktif.
Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo mengatakan kolaborasi operator dan perusahaan jasa energi dapat mendorong operasi yang lebih efektif.
“Keberhasilan implementasi Dual Completion bersama PHR Zona 4 membuktikan sinergi antara operator dan perusahaan jasa energi mampu menciptakan operasi yang lebih produktif dan efisien,” ujar Andri.

Penerapan teknologi tersebut mencatat tambahan produksi sekitar 480 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,3 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Angka itu melampaui target awal sebesar 186 BOPD dan 1,09 MMSCFD.
Elnusa juga menyiapkan penerapan teknologi serupa pada sumur GNK-PD80 dan BNG-B7. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PHR Zona 4 mengoptimalkan lapangan mature tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan efisiensi.
“Kami percaya keberhasilan peningkatan produksi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kolaborasi yang solid antarentitas Pertamina Group,” kata Andri.

Menurut Elnusa, sinergi tersebut mendukung target produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia. ***
Leave a comment