Bontang, Situsenergi.com
Badak LNG menggelar Major Emergency Exercise 2026 untuk menguji kesiapan personel, keandalan sistem tanggap darurat, serta efektivitas koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi insiden di area operasional.
Simulasi ini melibatkan pekerja, Emergency Response Team (ERT), manajemen perusahaan, serta sejumlah instansi eksternal seperti KSOP, Polairud, dan TNI AL.
Dalam skenario latihan, sebuah kapal tunda yang menjalani sea trial pascaperbaikan mengalami gangguan sistem kendali kecepatan sekitar pukul 08.30 WITA. Kondisi tersebut membuat kapal sulit bermanuver hingga menabrak karang dan kandas di perairan operasional.

Insiden itu memicu kerusakan tangki bahan bakar dan menyebabkan tumpahan diesel ke laut. Setelah menerima laporan, tim terkait segera melakukan penilaian awal, menghentikan aktivitas kelautan yang tidak mendesak, dan mengerahkan Oil Spill Combat Team (OSCT) untuk mengendalikan tumpahan minyak.
Hasil observasi menunjukkan bahan bakar menyebar mengikuti arus laut dan berpotensi mendekati fasilitas operasional. Situasi tersebut mendorong peningkatan status menjadi kondisi darurat lingkungan.
Skenario semakin menantang ketika seorang anggota tim penanggulangan tumpahan minyak disimulasikan terjatuh ke laut dan mengalami cedera pada pergelangan kaki. Tim penyelamat langsung mengaktifkan prosedur man overboard, mengevakuasi korban, memberikan pertolongan awal, dan menyerahkannya kepada tim medis.
Operasi penanganan terus berlangsung hingga seluruh tumpahan berhasil dilokalisasi dan dipulihkan tanpa berdampak pada fasilitas penting. Material hasil pemulihan kemudian ditangani sesuai prosedur lingkungan yang berlaku.

Pada pukul 09.57 WITA, seluruh kondisi dinyatakan aman dan status all clear resmi diumumkan.
Director & Chief Operating Officer Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho, mengatakan latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan pekerja dan manajemen dalam menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.
Menurut Feri, perusahaan harus memastikan setiap personel memahami peran dan tanggung jawabnya, terutama karena Badak LNG mengoperasikan fasilitas LNG dengan standar keselamatan tinggi. Melalui simulasi ini, perusahaan juga menguji efektivitas komunikasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan di seluruh tingkatan organisasi.
Sebagai Objek Vital Nasional penghasil LNG, Badak LNG terus memperkuat budaya keselamatan agar operasional kilang tetap aman, andal, dan siap menghadapi berbagai risiko. (***)
Leave a comment