Jakarta, situsenergi.com
Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini menjadi sorotan karena dianggap menjadi solusi untuk program diversifikasi energi hijau guna percepatan transisi energi nasional.
Direktur Biomassa PLN Energi Primer Indonesia (EPI) Hokkop Situngkir menegaskan bahwa pengembangan Bio-CNG merupakan langkah konkret perusahaan dalam mendukung dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan. Ini juga sekaligus menjadi energi rendah karbon untuk mendukung ketahanan energi dan mampu menekan emisi gas rumah kaca.
“POME dapat diolah menjadi biometana yang kemudian dimurnikan menjadi Bio-CNG untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
PLN EPI telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia untuk mengolah limbah cair sawit menjadi Bio-CNG yang akan mendukung kebutuhan energi PLTGU Belawan berkapasitas 1.184 MW.
“Kami melihat peluang besar memperluas pemanfaatan Bio-CNG. Karena itu, PLN EPI membuka kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit agar limbah yang belum dimanfaatkan optimal bisa diubah menjadi energi bersih,” tuturnya.

Gas metana dari limbah cair sawit yang berpotensi memperburuk pemanasan global dapat ditangkap dan dimanfaatkan sebagai energi terbarukan. Langkah ini sejalan dengan komitmen PLN EPI mendukung target transisi energi nasional dan pencapaian Net Zero Emissions (NZE). (DIN/GIT)
Leave a comment