Jakarta, situsenergi.com
PT Elnusa Tbk mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026 meski pendapatan mengalami koreksi. Laba bersih Elnusa naik 1,6% menjadi Rp189,55 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp186,65 miliar.
Kenaikan laba bersih ini terjadi di tengah pendapatan yang turun 3% menjadi Rp3,62 triliun dari Rp3,73 triliun. Sejalan dengan itu, laba per saham ikut meningkat menjadi Rp25,97 dari sebelumnya Rp25,57.
Berdasarkan laporan keuangan per 28 April 2026, penurunan pendapatan turut menekan laba bruto sebesar 7,2% menjadi Rp356 miliar. Namun, Elnusa mampu menjaga profitabilitas lewat efisiensi biaya. Beban umum dan administrasi turun 14,5% menjadi Rp130,42 miliar, sementara beban keuangan susut tajam 46,1% menjadi Rp15,43 miliar.
Dari sisi kas, kinerja Elnusa terlihat lebih kuat. Arus kas operasi melesat 267,5% menjadi Rp1,04 triliun, didorong restitusi pajak Rp525,09 miliar serta penerimaan pelanggan yang tumbuh 15,6% menjadi Rp4,18 triliun.
Penguatan fundamental juga tercermin dari neraca. Total aset naik menjadi Rp11,02 triliun, sementara ekuitas tumbuh 3,6% menjadi Rp5,50 triliun. Di saat yang sama, total liabilitas turun 2,3% menjadi Rp5,52 triliun, menandakan struktur keuangan semakin sehat.

Likuiditas Elnusa ikut menguat. Kas dan setara kas pada akhir Maret 2026 mencapai Rp3,40 triliun, naik 14,7% dibanding periode sama tahun lalu. Kinerja ini menunjukkan emiten jasa energi tersebut tetap mampu mencetak pertumbuhan laba di tengah tekanan pendapatan, sekaligus memperkuat posisi keuangan pada awal tahun. (DIN/GIT)
Leave a comment