Jakarta, Situsenergi.com
Momentum Ramadan dimanfaatkan PT Pertamina (Persero) untuk mendorong pelaku usaha kecil naik kelas. Perusahaan energi pelat merah ini mengajak puluhan UMKM binaan aktif memasarkan produk lewat berbagai pameran strategis di wilayah Jabotabek.
Langkah ini bukan sekadar promosi. Aktivitas tersebut juga mengantarkan apresiasi bagi Pertamina atas kontribusinya dalam memperkuat daya saing UMKM.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menilai Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Konsumsi masyarakat biasanya melonjak selama bulan puasa hingga menjelang Lebaran.
Menurutnya, kebutuhan makanan berbuka, busana muslim, perlengkapan ibadah, hingga hampers Lebaran menciptakan peluang besar bagi produk UMKM.
“Dengan mengikuti pameran selama Ramadan ini, Pertamina meyakini produk-produk UMKM lebih mudah diterima masyarakat. Partisipasi ini membuka akses pasar yang lebih luas agar produk lokal semakin dikenal dan memiliki daya saing tinggi,” ujar Baron.

Puluhan UMKM Ramaikan SMEXPO Ramadan
Salah satu agenda utama adalah Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) Ramadan yang digelar pada 2–6 Maret 2026 di Grha Pertamina, Jakarta.
Sebanyak 20 UMKM binaan Pertamina bersama 6 UMKM lainnya ikut meramaikan pameran ini. Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari kuliner, fesyen, hingga perhiasan.
Ribuan pekerja Pertamina yang beraktivitas di gedung tersebut menjadi pasar potensial bagi para pelaku usaha. Produk makanan dan minuman terutama banyak diburu karena praktis untuk menu berbuka puasa.
Baron menjelaskan bahwa lokasi pameran di kawasan perkantoran memberikan peluang besar bagi UMKM.

“Pameran di gedung perkantoran seperti ini memanfaatkan peluang untuk menawarkan produk makanan dan minuman bagi pekerja yang tidak sempat menyiapkan hidangan di rumah. Produk fesyen dan perhiasan juga laris untuk persiapan Lebaran ataupun liburan,” jelasnya.
Pameran Berlanjut ke Kementerian Keuangan
Partisipasi UMKM binaan Pertamina tidak berhenti di situ. Program ini berlanjut melalui Dhawafest yang berlangsung di Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada 4–6 Maret 2026.
Sebanyak 12 UMKM dari sektor kerajinan, makanan-minuman, dan fesyen muslim memamerkan produknya dalam acara tersebut.
Pameran yang berlangsung di lingkungan kementerian ini tidak hanya menarik perhatian para pegawai, tetapi juga tamu yang datang ke gedung tersebut.
Pada pembukaan Dhawafest, Pertamina bahkan menerima penghargaan atas kepeduliannya dalam mendorong pengembangan UMKM. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ida Yulidina Purbaya kepada Priscilia Simon Mantiri.
Tembus Pameran Internasional Furnitur
Dukungan terhadap UMKM juga merambah pasar internasional. Pada 5–8 Maret 2026, Pertamina ikut berpartisipasi dalam Indonesia International Furniture Expo (IFEX) di ICE BSD City.
Sebanyak enam UMKM sektor furnitur dan kerajinan berorientasi ekspor membawa produk unggulan mereka ke pameran tersebut. Ajang ini membuka peluang transaksi besar, termasuk potensi ekspor ke pasar global.
Siap Meriahkan Bazaar Ramadan ESDM
Rangkaian kegiatan ini masih berlanjut. Pertamina juga bersiap mengikuti Bazaar Ramadan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada 10–12 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, enam UMKM akan menghadirkan produk makanan, minuman, serta busana muslim. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sinergi antara BUMN dan kementerian dalam menggerakkan ekonomi masyarakat selama Ramadan.
Baron menegaskan bahwa program pemberdayaan ini tidak hanya fokus pada penjualan jangka pendek.
“Melalui rangkaian pameran tersebut, Pertamina berharap UMKM binaan memperoleh manfaat nyata berupa peningkatan omzet, perluasan jejaring bisnis, serta peningkatan kapasitas untuk memenuhi standar pasar yang lebih luas,” ujarnya.
UMKM Rasakan Dampak Nyata
Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat langsung adalah Kartini, pemilik UMKM Pempek Syamil asal Palembang.
Ia mengaku partisipasi dalam SMEXPO Ramadan memberikan dampak signifikan terhadap bisnisnya.
“Keikutsertaan kami dalam SMEXPO Ramadan sangat membantu memperluas jangkauan pelanggan dan meningkatkan penjualan. Dukungan Pertamina juga membuat kami lebih percaya diri untuk berkembang dan bersaing,” kata Kartini.
Dengan semangat “Ramadan Berkah, Lokal Berdaya”, Pertamina optimistis UMKM Indonesia terus tumbuh sebagai pilar penting ekonomi nasional.
Selain mendorong ekonomi kerakyatan, perusahaan juga menegaskan komitmennya pada transisi energi serta target Net Zero Emission 2060, sejalan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dan transformasi bisnis yang berkelanjutan. (*)
Leave a comment