Home ENERGI Reintegrasi Hilir Pertamina Dinilai Efisien, DEN Soroti Dampak ke Harga dan Layanan BBM
ENERGI

Reintegrasi Hilir Pertamina Dinilai Efisien, DEN Soroti Dampak ke Harga dan Layanan BBM

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. M. Kholid Syerazi menilai langkah PT Pertamina (Persero) menggabungkan operasional anak usaha di sektor hilir sebagai strategi krusial untuk memperkuat efisiensi dan kualitas layanan energi nasional. Reintegrasi tersebut mencakup PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).

Menurut Kholid, integrasi ini berpotensi memangkas biaya penyediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji jika dijalankan secara konsisten dan terukur. Efisiensi itu, kata dia, semestinya langsung dirasakan masyarakat sebagai konsumen akhir.

“Saya berharap reintegrasi ini akan mengefisiensikan biaya penyediaan BBM Pertamina, yang berdampak kepada kualitas pelayanan kepada konsumen, baik dari sisi harga, kualitas produk, jaminan ketersediaan BBM dan elpiji seluruh Indonesia maupun fasilitas SPBU sebagai rest area yang nyaman bagi pelanggan,” ujar Kholid kepada Situsenergi.com, Kamis (29/1/2026).

Pernyataan tersebut menanggapi rencana strategis Pertamina yang menempatkan penggabungan anak usaha sebagai prioritas utama perusahaan. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyebut integrasi hilir ini ditargetkan rampung pada akhir 2025 dan selaras dengan arah kebijakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Kholid menilai, integrasi Patra Niaga, KPI, dan PIS dapat menciptakan rantai pasok energi yang lebih solid, dari pengolahan hingga distribusi. Dengan struktur yang lebih ramping, Pertamina memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan keandalan pasokan serta menjaga stabilitas layanan energi nasional.

Selain itu, fokus Pertamina pada core business minyak dan gas serta energi terbarukan dinilai sejalan dengan kebutuhan jangka panjang sektor energi. Optimalisasi proses bisnis dan penguatan kepercayaan pemangku kepentingan, menurut Kholid, menjadi kunci agar transformasi ini tidak berhenti di level korporasi, tetapi benar-benar berdampak ke publik. (GIT)


Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Anak Usaha MEDC Sukses Terbitkan Obligasi Senilai AS$300 Juta

Jakarta, Situsenergi.com PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan keberhasilan anak usahanya, Medco...

ESDM Tetapkan Kuota Produksi Bijih Nikel Tahun Ini Sebesar 300 Juta MT

Jakarta, Situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa revisi...

Transformasi RSPP, Danantara Siapkan Rp581 Miliar

Jakarta, Situsenergi.com BP BUMN dan Danantara mendorong transformasi Rumah Sakit Pusat Pertamina...

PGE Bukukan Laba Bersih US$79,6 Juta pada Semester I 2026

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan...