Home ENERGI Menhub Minta Harga Avtur Ditekan 10 Persen
ENERGI

Menhub Minta Harga Avtur Ditekan 10 Persen

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan meminta PT Pertamina (Persero) untuk menekan harga avtur hingga 10 persen.

Seusai acara Investment Award 2018 di Jakarta, Kamis, Budi mengatakan bahwa harga avtur Pertamina lebih mahal sekitar 20 persen dari negara lain sehingga membuat inefisiensi terhadap maskapai penerbangan.

Padahal perusahaan pelat merah itu menjadi pemasok avtur di seluruh bandara di Indonesia. “Sebenarnya kalau beda 10 persen masih oke. Jadi kami minta harganya ditekan jadi beda 10 persen,” ujarnya.

Budi mengatakan akan menugaskan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk berbicara langsung dengan Pertamina terkait hal tersebut. “Nanti saya tugaskan Dirjen Perhubungan Udara ke sana dalam minggu depan,” katanya.

Menyusul kenaikan harga bahan bakar pesawat avtur, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Inaca) mengajukan penyesuaian tarif batas bawah 40 persen dari tarif batas atas kepada Kementerian Perhubungan.

Ketua Umum Inaca Pahala N Mansury mengatakan, baik dari Inaca maupun Maskapai Garuda Indonesia telah mengajukan penyesuaian tarif batas tersebut sejak pertengahan 2017.

“Sekarang tarif batas bawah 30 persen dari tarif batas atas, kami berharap dilakukan penyesuaian kembali lagi seperti sebelumnya 40 persen dari tarif batas atas,” ujarnya.

Pahala menjelaskan 90 persen pengeluaran dilakukan dalam mata uang dolar AS, dan 30 persen porsi biaya operasional adalah untuk pembelian avtur, sehingga kenaikan biaya operasional saat ini mencapai 17 persen dengan depresiasi mata uang 4 persen hingga 5 persen.

“Pengeluaran kami hampir semua dalam dolar, sementara pendapatan dalam rupiah, jadi tidak berimbang. Tahun lalu harga avtur lebih rendah 29 persen, sekarang lebih mahal 12 persen,” ucapnya.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...