Home MIGAS PDSI Genjot 5 Inovasi untuk Efisiensi & Keberlanjutan Pengeboran Migas
MIGAS

PDSI Genjot 5 Inovasi untuk Efisiensi & Keberlanjutan Pengeboran Migas

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kian agresif melakukan transformasi teknologi untuk memastikan industri pengeboran minyak dan gas (migas) lebih efisien sekaligus berkelanjutan.

Direktur Utama PDSI, Avep Zain, mengungkapkan peran migas masih sangat strategis hingga 2050, dengan kontribusi lebih dari 40% terhadap bauran energi nasional. Karena itu, upaya efisiensi dan inovasi menjadi mutlak agar operasional pengeboran tetap ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

“Sekitar 50–80% biaya pengembangan sumur berasal dari aktivitas pengeboran. Inovasi dan efisiensi adalah kunci untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan produktivitas,” ujar Avep dalam Seminar Ilmiah Mahasiswa (SIM) ke-3 Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti, akhir pekan lalu.

Avep memaparkan lima inovasi unggulan yang kini dikembangkan PDSI. Pertama, Integrated Project Management (IPM), sebuah layanan terintegrasi mulai dari rekayasa teknik pengeboran, supervisi, pengadaan material, hingga manajemen proyek. Inovasi ini terbukti mampu menurunkan biaya pengeboran hingga 28%.

Kedua, teknologi Extended Reach Reservoir Access (ERRA) yang memungkinkan pengeboran horizontal hingga 25 kaki atau delapan kali lebih dalam dari metode konvensional, sekaligus berpotensi meningkatkan produksi minyak hingga 10 kali lipat di lapisan batu pasir.

Ketiga, PDSI juga mengembangkan Integrated CCS/CCUS Engineering & Supervisory Services (ICESS) yang memfokuskan layanan pada teknologi penyimpanan CO₂. Langkah ini menjadi kontribusi penting dalam mendukung target dekarbonisasi nasional.

Keempat, inovasi AI-SEE-U, yakni sistem pengawasan keselamatan kerja berbasis Vision AI, yang mampu meminimalkan risiko kecelakaan di area pengeboran akibat kelalaian manusia.

Terakhir, ada iGOS (Integrated Gas Monitoring System) yang mengintegrasikan pembacaan sensor gas secara real-time, dikombinasikan dengan data cuaca. Sistem ini memperkuat mitigasi risiko dengan memetakan sebaran gas, sehingga mendukung penanganan cepat saat terjadi insiden.

“Inovasi-inovasi ini menjadi bukti komitmen kami menghadirkan operasi pengeboran migas yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” pungkas Avep. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Tempuh 1.400 Km Demi MotoGP Mandalika, Riders Dapat Bonus Pengalaman Jelajahi Bisnis Pertamina

Lombok, Situsenergi.com Perjalanan menuju MotoGP Mandalika kali ini bukan sekadar soal memacu...

Bukan Cuma Bisnis Energi, Tim Hukum Pertamina Borong Pengakuan Bergengsi di IHCSA 2026

Bali, Situsenergi.com Kiprah PT Pertamina (Persero) di industri energi tak hanya bertumpu...

Kebakaran Sade Bikin Perajin Kehilangan Mata Pencaharian, Pertamina Turun Bawa 45 Alat Tenun

Lombok, Situsenergi.com Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara...

Sampah Mandalika Bisa Jadi Cuan! Pertamina Turun Tangan Bantu Bank Sampah Desa Kuta

Lombok, Situsenergi.com Ramainya kunjungan wisatawan saat MotoGP Mandalika membawa tantangan tersendiri bagi...