Bali, Situsenergi.com
Kiprah PT Pertamina (Persero) di industri energi tak hanya bertumpu pada operasional bisnis. Fungsi hukum perusahaan juga mencuri perhatian setelah Pertamina meraih sejumlah apresiasi dalam ajang Indonesian In-House Counsel Summit & Awards (IHCSA) 2026 di Nusa Dua, Bali, pada 8–9 Oktober 2026.
Dalam penghargaan yang diselenggarakan Hukumonline tersebut, Chief Legal Counsel Pertamina, Joko Yuhono, menerima penghargaan Indonesia Most Respected In-House Counsel 2026. Pertamina juga masuk kategori In-House Counsel Elite 2026 melalui tiga pimpinan fungsi hukum perusahaan.
Mereka adalah VP Legal Advocacy Pertamina Ady Putra, VP Legal Litigation Pertamina Jarrod D. Prastowo, serta VP Compliance Pertamina Atik Mulyantika.
Pengakuan ini menyoroti peran tim hukum dalam menjaga kepatuhan perusahaan, mengantisipasi risiko, dan mendukung keputusan bisnis agar tetap berlandaskan aturan yang berlaku.

Hukum Bukan Sekadar Urusan Kepatuhan
Joko Yuhono mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi seluruh anggota Legal Counsel Pertamina yang menjalankan peran strategis di tengah dinamika industri energi.
“Di tengah dinamika industri energi yang semakin kompleks, fungsi Legal Counsel tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap ketentuan hukum, tetapi juga memberikan solusi hukum yang tepat, responsif, dan selaras dengan kebutuhan bisnis,” ujarnya.
Menurut Joko, tim legal juga memberikan pendampingan hukum dan membantu perusahaan mengantisipasi risiko sebelum mengambil keputusan bisnis. Karena itu, Pertamina terus memperkuat kolaborasi antara fungsi hukum dan unit bisnis di lingkungan Pertamina Group agar tim legal berperan sebagai mitra strategis perusahaan.
Chief Operating Officer Hukumonline, Ramos Pandia, turut menekankan pentingnya mengapresiasi profesional hukum internal perusahaan. Meski kerap bekerja di balik layar, kontribusi mereka membantu organisasi mengambil keputusan dan menjalankan aktivitas bisnis secara lebih terarah.

Ramos menjelaskan, dewan juri IHCSA 2026 menilai para kandidat berdasarkan objektivitas, integritas, kepemimpinan, inovasi, serta kemampuan menghadapi tantangan hukum dan bisnis. Proses evaluasi juga menggunakan data primer dari survei komprehensif terhadap perusahaan pelanggan Hukumonline.
“Ini bukan sekadar soal jabatan atau senioritas. Ini tentang dampak dan kontribusi bermakna yang masing-masing diberikan dalam membantu organisasi untuk terus maju,” kata Ramos.

Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Energi
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut pencapaian tersebut mencerminkan kontribusi fungsi legal dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Peran itu mencakup mitigasi risiko hukum, kepatuhan terhadap peraturan, serta pemberian konsultasi dan pendapat hukum.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus memperkuat profesionalisme dan integritas seluruh fungsi perusahaan, termasuk Legal Counsel. Dukungan hukum yang kuat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis, mengelola risiko, serta mendukung upaya Pertamina menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Baron.

Pertamina berharap pencapaian ini mendorong seluruh Perwira dan Pertiwi di bidang Legal Counsel terus meningkatkan profesionalisme dan integritas. Dengan dukungan hukum yang adaptif, perusahaan ingin menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus mendukung target pertumbuhan jangka panjang. (*)
Leave a comment