Home ENERGI Bahlil Minta EMCL Tingkatkan Kapasitas Produksi 150.000 BOPD pada 2026
ENERGI

Bahlil Minta EMCL Tingkatkan Kapasitas Produksi 150.000 BOPD pada 2026

Share
Menteri Investasi / BKPM, Bahlil Lahadalia
Share

Jakarta, situsenergi.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 150.000 barel minyak per hari (Barrel Oil Per Day/BOPD) pada tahun 2026.

Menurut Bahlil, saat ini tingkat produksi minyak nasional sekitar 577 ribu BOPD. Dari jumlah tersebut, Blok Cepu masih memberikan kontribusi sekitar 144 ribu BOPD, menjadikannya salah satu yang terbesar secara nasional.

“Upaya peningkatan produksi itu dilakukan untuk menekan defisit minyak yang saat ini terjadi, sehingga EMCL diminta menaikkan target produksi dari 125.000 BOPD menjadi 150.000 BOPD dalam kurun waktu dua tahun ke depan,” kata Bahlil dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (30/).

Lebih jauh ia mengatakan bahwa pemerintah saat ini termasuk di bawah presiden terpilih Prabowo Subianto nanti mendukung penuh peningkatan produksi minyak tersebut, karena berdampak besar bagi penerimaan negara dan cadangan devisa.

“Negara membutuhkan dukungan dari perusahaan-perusahaan berpengalaman untuk meningkatkan produksinya. Presiden terpilih, Pak Prabowo, memerintahkan saya untuk menyelesaikan masalah lifting minyak ini, karena peningkatan lifting pasti akan meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi impor,” paparnya.

Sementara Presiden Direktur EMCL Carole Gall menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk bekerja keras meningkatkan produksi Blok Cepu. Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah produksi minyak pertama dari pemboran Banyu Urip infill clastic pada tahun 2024, yang menghasilkan 13.300 BOPD.

“Ini langkah penting dalam upaya kami untuk terus meningkatkan produksi dari Blok Cepu. Kami benar-benar membuat sejarah dengan Banyu Urip infill clastic drilling. Program ini sangat penting bagi ExxonMobil, para mitra, dan Indonesia. Program ini akan berkontribusi untuk mencapai target produksi nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia,” pungkasnya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...