Home MINERBA Progres Proyek Smelter Amman Di NTB Capai 95,5 Persen
MINERBA

Progres Proyek Smelter Amman Di NTB Capai 95,5 Persen

Share
Progres Proyek Smelter Amman Di NTB Capai 95,5 Persen
Share

Jakarta, situsenergi.com

Progres pembangunan proyek fasilitas smelter tembaga PT Amman Mineral Industri (AMIN), anak perusahaan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini sudah mencapai 95,5 persen.

Presiden Direktur AMIN, Rachmat Makkasau menjelaskan bahwa proyek smelter AMIN ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Per 31 Mei 2024 lalu fase penyelesaian konstruksi fisik dan mekanis sudah dinyatakan selesai. Sementara sisanya sekitar 4,5 persen merupakan tahapan komisioning yang saat ini tengah berjalan.

“Progres smelter tembaga AMIN berjalan sesuai rencana. Tahap komisioning sudah dimulai sejak 1 Juni lalu dan kami telah menerima Sertifikat Kesiapan Komisioning dari verifikator independen yang menandakan bahwa smelter tembaga Amman telah memenuhi seluruh persyaratan untuk komisioning yang aman,” jelas Rachmat dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).

Tahap komisioning dijadwalkan berlangsung selama 4-5 bulan. Dalam tahapan ini, tungku smelter mulai dipanaskan dan konsentrat tembaga akan mulai dimasukkan ke smelter. “Produksi katoda tembaga pertama yang menandakan dimulainya operasional smelter dijadwalkan pada kuartal IV 2024,” lanjut Rachmat.

Sebelumnya, komisioning infrastruktur pendukung juga telah dilakukan sejak kuartal pertama tahun 2024, seperti fasilitas penyediaan air bersin Desalination and Demineralization Water (DDW) dan fasilitas suplai oksigen dan gas nitrogen Air Separation Unit.

Sementara itu, ratusan karyawan juga telah selesai menjalani pelatihan secara ekstensif di Tiongkok selama lima bulan untuk memastikan seluruh karyawan dibekali dengan keterampilan terbaik untuk mengoperasikan smelter dan memproduksi katoda tembaga beserta produk sampingannya dengan aman dan efisien.

Fasilitas smelter tembaga AMMAN memiliki total kapasitas input 900 kilo ton per tahun (“ktpa’) konsentrat dari tambang Batu Hijau dan tambang Elang di masa depan. Produk dari peleburan ini akan berupa katoda tembaga yang mencapai 222 ktpa dan asam sulfat mencapai 830 ktpa. (DIN/SL

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Melonjak, Kemendag Ungkap Pemicu Utamanya

Jakarta, situsenergi.com Kenaikan harga komoditas tambang kembali terjadi. Kementerian Perdagangan resmi menaikkan...

Antam Kunci Hilirisasi Nikel, Ekosistem Baterai Nasional Mulai Terbentuk

Jakarta, situsenergi.com PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melangkah strategis dalam peta industri...

UKM Dapat Karpet Merah ke Sektor Tambang, Izin Prioritas Resmi Dibuka

Jakarta, situsenergi.com Peluang usaha di sektor tambang kini tak lagi eksklusif untuk...

PTBA Tutup Akses Tambang Ilegal, Aset Negara di Banko Tengah Dijaga Ketat

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak cepat merespons ancaman penambangan...