Home MIGAS Mantan Wakil Kepala SKK Migas Soroti Revolusi Energi yang Fokus pada Sumber Energi Lebih Hijau
MIGAS

Mantan Wakil Kepala SKK Migas Soroti Revolusi Energi yang Fokus pada Sumber Energi Lebih Hijau

Share
Mantan Wakil Kepala SKK Migas Soroti Revolusi Energi yang Fokus pada Sumber Energi Lebih Hijau
Share

Jakarta, situsenergi.com

Eks Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman menyoroti revolusi energi yang fokus pada peralihan sumber energi yang lebih hijau, seperti gas.

Menurutnya, gas dapat diubah menjadi biofuel, listrik dan tenaga air, yang berpotensi menyebabkan kelebihan pasokan.

“Gas berperan penting dalam memasak, transportasi dan produksi listrik yang mendukung transisi energi hijau,” kata Fatar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (03/7).
.

Fatar yang juga merupakan pakar energi ini menjelaskan bahwa gas adalah potensi energi terbesar di Indonesia, namun membutuhkan infrastruktur yang lebih baik untuk dimanfaatkan dengan maksimal.

“Distribusi gas yang tidak merata dan infrastruktur yang kurang memadai menjadi hambatan utama dalam produksi dan pengiriman gas,” ujarnya.

Lebih jauh Fatar menjelaskan, komunikasi efektif tentang insentif fiskal dalam rangka peningkatan infrastruktur gas penting untuk transparansi dan pemahaman publik.

“SKK Migas memiliki divisi regional untuk mengelola komunikasi ini, namun bimbingan publik tetap diperlukan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi gas-to-liquid menawarkan alternatif yang lebih bersih dari bahan bakar fosil, solusi bagi yang belum siap beralih ke kendaraan listrik.

“Peningkatan infrastruktur gas memerlukan kebijakan nasional yang kuat dan perencanaan strategis. Pendanaan pemerintah (APBN) bisa digunakan jika menghasilkan pendapatan bagi negara,” kata dia.

Masih menurut Fatar, keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan infrastruktur juga didorong untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.

Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan publik sangat penting untuk transisi dari minyak ke gas, seperti peralihan dari minyak tanah ke LPG di masa lalu.

“Masyarakat perlu diedukasi tentang manfaat dan ketersediaan gas untuk mempermudah transisi. Perubahan budaya ini harus didukung oleh infrastruktur yang baik untuk memastikan distribusi yang lancar dan merata,” pungakasnya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Bongkar Jurus Baru! Bisnis Energi Lama dan Hijau Digenjot Bareng

JAKARTA, Situsenergi.com Pertamina membawa strategi besar menghadapi tantangan energi Indonesia ke IdeaFest...

PHR Sabet Gold Award EPSA 2026! Teknologi Hijau Jadi Senjata Pulihkan Lahan Tercemar

JAKARTA, Situsenergi.con PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sukses mencuri perhatian di ajang...

PHE Sabet Impact Masters Awards 2026, Komitmen ESG Makin Ngebut

JAKARTA, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali mencuri perhatian lewat kiprahnya...

Jerami Jadi Cuan! Pertamina Sulap Limbah Karawang Jadi Mesin Ekonomi Warga

KARAWANG, Situsenergi.com Jerami yang dulu kerap dibakar kini punya nilai ekonomi di...