Home MINERBA PTBA Ajak BUMDesa Budidaya Tanaman Berbasis Otomasi yang Ramah Lingkungan
MINERBA

PTBA Ajak BUMDesa Budidaya Tanaman Berbasis Otomasi yang Ramah Lingkungan

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

VP Sustainability PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Hartono mengatakan, program budidaya tanaman berbasis otomasi yang ramah lingkungan dengan nama Eco Agrotomation dilaksanakan untuk mendukung program penghijauan dan reklamasi perusahaan-perusahaan tambang.

Hal ini disampaikan Hartono dalam keterangan resminya yang diterima, di Jakarta, Senin (30/10).

“Program Eco Agrotomation merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PTBA. Program ini dijalankan bersama masyarakat sekitar perusahaan dalam rangka mendukung pencapaian target karbon netral (Net Zero Emission) dan mitigasi perubahan iklim,” kata Hartono.

“Program Eco Agrotomation terus mengalami perkembangan dengan bertambahnya masyarakat kelompok rentan yang terlibat, serta pengembangan kapasitas para aktor dalam menjalankan program,” lanjutnya.

Sebelumnya PTBA bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Keban Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menggelar program budidaya tanaman berbasis otomasi yang ramah lingkungan

Febri Sumantri, salah satu anggota naungan BUMDes Keban Agung mengatakan, masyarakat mendapat sejumlah bantuan dari Program Eco Agrotomation seperti fasilitas Green House dan sarana prasarana untuk melakukan pembibitan tanaman.

“Kami juga mendapatkan pelatihan serta pendampingan secara berkala agar kami lebih berdaya sehingga dapat mengembangkan program ini menjadi lebih baik,” kata Febri.

Menurut dia, program Eco Agrotomation juga mendorong transformasi masyarakat yang sebelumnya bekerja di pertambangan tanpa izin (Peti) untuk turut bergabung menjalankan program tersebut.

“Program Eco Agrotomation semakin dikembangkan dengan dibentuknya pusat pembelajaran kolektif, yakni Sentra Ilmu Eco Agrotomation. Salah satu kegiatan yang telah diselenggarakan adalah Pelatihan Manajemen Usaha Pembibitan dan Pembuatan Eco Enzyme pada 10-11 Agustus 2023,” ungkapnya.

Fabri menambahkan, bahwa sebanyak 20 orang perwakilan masyarakat Desa Tanjung Raja, Desa Tanjung Karangan, Desa Keban Agung, serta Kelurahan Tanjung Enim hadir dalam pelatihan tersebut.

PIS

“Harapannya, Sentra Ilmu Eco Agrotomation ini dapat menjadi sarana yang baik untuk mempromosikan misi peduli lingkungan di masyarakat, serta memudahkan masyarakat dan instansi terkait untuk belajar dan turut berkontribusi dalam pengembangan budidaya tanaman,” tutup Febri.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Dijaga, Produksi Batu Bara Dipangkas ke 600 Juta Ton pada 2026

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah mulai mengencangkan strategi demi menjaga stabilitas harga komoditas. Pada...

Operasi Tambang PT Vale Indonesia Berhenti Sementara, Ini Penyebabnya

Jakarta, situsenergi.com PT Vale Indonesia Tbk menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan di...

PTBA Perkuat Wewenang Komisaris, Laba Bersih Tembus Rp1,4 Triliun di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengambil langkah strategis untuk mempercepat...

Petrosea Tancap Gas! Akuisisi SBPL Resmi Rampung, Layanan EPC Makin Kompetitif

Jakarta, situsenergi.com Petrosea terus memperluas jejak bisnisnya. Pada 21 November 2025, perusahaan...