Home ENERGI Komitmen Hasilkan Produk Ramah Lingkungan, Nickel Industries Kembangkan PLTS
ENERGI

Komitmen Hasilkan Produk Ramah Lingkungan, Nickel Industries Kembangkan PLTS

Share
pakar ugm nilai sekolah vokasi mampu suplai sdm untuk plts
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Sustainability Manager Nickel Industries Muchtazar mengungkapkan, pihaknya terus berkomitmen menghasilkan produk nikel ramah lingkungan dan sedikit karbon. Hal itu salah satu caranya adalah berkolaborasi dengan PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), sebuah perusahaan energi terbarukan yang berfokus pada pengembangan energi surya.

“Kawasan tambang dan pengolahan nikel yang berada di Morowali, Sulawesi Tengah memiliki potensi energi surya yang besar sehingga sangat memungkinkan untuk operasional produksi nikel,” kata Muchtazar dikutip di Jakarta, Selasa (26/9).

Pihaknya melihat tenaga matahari memiliki kesempatan yang lebih besar untuk Nickel Industries, dan menyambut baik bisa kolaborasi dengan SESNA yang merupakan provider untuk tenaga surya yang berasal dari Indonesia.

“Kami juga ingin memprioritaskan untuk partner-partner lokal karena kami ingin keberadaan perusahaan bisa berkontribusi positif untuk perkembangan Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa Nickel Industries dan SESNA telah melakukan perjanjian kerja sama untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sejak 2021 untuk kapasitas 200 megawatt.

“Sebagai permulaan proyek, Nickel Industries dan SESNA memulainya dengan kapasitas awal 396 kilowatt untuk melihat keunggulan dan kekurangan dari penggunaan tenaga matahari,” tukasnya.

Penggunaan PLTS tersebut, lanjut dia, akan memanfaatkan lahan di sekitar area pertambangan, dan energinya disalurkan sebagai campuran untuk pengolahan nikel yang ada di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park.

“Sejauh ini kami sangat puas dengan kolaborasi ini, dan ingin segera meningkatkan kapasitas energi yang dihasilkan dari tenaga surya ini, baik untuk di tambang kami dan smelter kami ke depannya,” ujar Muchtazar.

Program Berkelanjutan
Menurut Muchtazar, pemanfaatan PLTS sejalan dengan program keberlanjutan yang dijalankan oleh Nickel Industries, khususnya pada pilar lingkungan, di mana pihak Nickel Industries berusaha untuk menghasilkan nikel yang ramah lingkungan atau rendah jejak karbon.

“Saat ini nikel disebut sebagai logam yang digunakan untuk bertransisi ke renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT). Oleh karena itu, diharapkan penggunaan PLTS dapat menghasilkan nikel yang diproses dengan cara berkelanjutan,” kata dia.

Muchtazar juga menampik bahwa operasional yang dikeluarkan untuk penggunaan EBT cukup mahal. Menurutnya, PLTS justru bisa lebih menghemat biaya.

PIS

“Kerja sama dengan SESNA, energi terbarukan ini bisa diperoleh dengan biaya yang sama atau bahkan lebih murah dari yang konvensional. Jadi sebetulnya dengan menerapkan EBT ini kita bisa berhemat juga dalam jangka panjang,” tutup Muchtazar.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...