Home MINERBA Aspebindo Soroti Dampak Perpanjangan Izin Ekspor Tembaga PT Freeport Indonesia
MINERBA

Aspebindo Soroti Dampak Perpanjangan Izin Ekspor Tembaga PT Freeport Indonesia

Share
Aspebindo Soroti Dampak Perpanjangan Izin Ekspor Tembaga PT Freeport Indonesia
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menyoroti dampak perpanjangan izin ekspor tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga 2024 terhadap investasi dan bisnis di sektor mineral. Aspebindo berpendapat bahwa kebijakan ini kurang menguntungkan bagi perusahaan yang telah berinvestasi dalam pengolahan mineral di Indonesia.

Sekretaris Umum Aspebindo, Muhammad Arif mengatakan bahwa perpanjangan izin ekspor ini memberikan sinyal yang kurang menguntungkan bagi para investor.

“Kebijakan ini dapat menciptakan ketidakpastian dalam iklim investasi di sektor mineral dan mengurangi minat investor untuk membangun industri pengolahan mineral dalam negeri,” ucap Arif dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Ia juga menyoroti dampak kebijakan ini terhadap perusahaan yang telah berinvestasi dalam pengolahan mineral di Indonesia.

Kardaya Warnika: Reformasi Subsidi BBM Harus Utamakan Stok

“Kebijakan ini seharusnya mempertimbangkan dikenakannya pajak ekspor atau biaya ekspor yang lebih tinggi bagi PTFI dibandingkan perusahaan lainnya.
Kita perlu menciptakan kondisi yang adil dan kompetitif bagi para investor,” tukasnnya.

Arif mengingatkan bahwa perpanjangan izin ekspor ini juga bisa menimbulkan dampak negatif bagi bisnis di sektor mineral, terutama bagi perusahaan yang telah berinvestasi dalam fasilitas pengolahan mineral.

“Perusahaan yang telah berinvestasi dalam fasilitas pengolahan akan merasa dirugikan karena mereka harus bersaing dengan perusahaan yang masih mengekspor mineral mentah,” jelasnya.

Selain itu, Arif menyoroti masalah smelter tembaga yang belum beroperasi. Dengan perpanjangan izin ekspor ini, insentif bagi PTFI untuk mengoperasikan smelter tersebut bisa berkurang.

“Kita ingin melihat smelter ini beroperasi dan memproses mineral kita sendiri. Ini adalah bagian penting dari visi hilirisasi yang kita anut,” ujar Arif.

Aspebindo mengajak pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk meninjau kembali kebijakan perpanjangan izin ekspor tembaga PT Freeport Indonesia. Menurut mereka, langkah ini penting untuk memastikan kebijakan yang lebih adil, berkelanjutan, dan mendukung investasi serta bisnis di sektor mineral di Indonesia.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Melonjak, Kemendag Ungkap Pemicu Utamanya

Jakarta, situsenergi.com Kenaikan harga komoditas tambang kembali terjadi. Kementerian Perdagangan resmi menaikkan...

Antam Kunci Hilirisasi Nikel, Ekosistem Baterai Nasional Mulai Terbentuk

Jakarta, situsenergi.com PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melangkah strategis dalam peta industri...

UKM Dapat Karpet Merah ke Sektor Tambang, Izin Prioritas Resmi Dibuka

Jakarta, situsenergi.com Peluang usaha di sektor tambang kini tak lagi eksklusif untuk...

PTBA Tutup Akses Tambang Ilegal, Aset Negara di Banko Tengah Dijaga Ketat

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak cepat merespons ancaman penambangan...