Home MINERBA Dana Hasil IPO Perusahaan Batubara Ini Tinggal Rp64,58 Miliar
MINERBA

Dana Hasil IPO Perusahaan Batubara Ini Tinggal Rp64,58 Miliar

Share
Dana Hasil IPO Perusahaan Batubara Ini Tinggal Rp64,58 Miliar
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Dana hasil penawaran umum perdana (Initial public offering/ IPO) PT Black Diamond Resources Tbk atau COAL kini masih tersisa setengahnya dari total pendapatan bersih.

Direktur Utama COAL, Donny Janson Manua, mengatakan bahwa IPO yang dilakukan pada 7 September 2022 lalu berhasil meraup dana Rp125 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi Rp5 miliar, total dana bersih yang diterima Rp120 miliar.

Dalam rencana belanja perseroan, dana hasil IPO ini akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja. Masing-masing besarannya Rp40 miliar dan Rp80 miliar. 

“Dalam realisasinya dana belanja modal hanya terserap Rp30,88 miliar. Kemudian untuk modal kerja Rp24,53 miliar,” ulas Donny di Jakarta, Jumat (13/1/2023).

Sisa dana untuk belanja modal yaitu Rp9,11 miliar dan modal kerja Rp55,46 miliar. Sehingga total sisa dana IPO Rp64,58 miliar atau lebih dari setengahnya.

“Bersama ini kami menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum PT Black Diamond Resources Tbk per 31 Desember 2022,” sambungnya.(DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

ESDM Kaji Hilirisasi Batubara Rendah Kalori Jadi Migas

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah berencana mengoptimalkan pemanfaatan batu bara berkalori rendah (low kalori)...

Bikin Heboh! Raksasa Alat Berat Resmi Gandeng ABC Multifinance di Mining Indonesia 2026

​JAKARTA, Situsenergi.com Ajang pertambangan terbesar, Mining Indonesia 2026, resmi dibuka di Jakarta...

PTBA Targetkan Proyek Hilirisasi Batubara Digarap Tahun Depan

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) komitmen menjalankan proyek hilirisasi batubara...

Timah Rakyat Tetap Dibeli, Pemerintah Siapkan Aturan Baru

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tata kelola pertimahan...