Home MINERBA Diversifikasi Bisnis Indika Energy Diyakini Akan Berbuah Manis
MINERBA

Diversifikasi Bisnis Indika Energy Diyakini Akan Berbuah Manis

Share
Indika Energy Siap Lepas 51 Persen Sahamnya di MBSS
Share

Jakarta, Situsenergi.com

PT Indika Energy Tbk optimistis bahwa diversifikasi bisnis yang dilakukan akan berbuah manis bagi perseroan di masa mendatang. Beberapa bisnis bisnis non batubara yaitu tambang emas, kendaraan listrik, dan pembangkit listrik tenaga surya.

“Karena kami optimis target pendapatan 50% dari bisnis non batubara pada 2025 bisa dicapai,” kata Head of Investor Relations Indika Energy, Ricardo Silaen dalam keterangannya, Kamis (8/9/2022).

Dikatakan bahwa bisnis tambang emas direalisasikan melalui investasi di PT Masmindo Dwi Area, anak usaha Nusantara Resources Limited (NUS) pemegang Kontrak karya dan pengelola tambang emas di proyek Awak Mas di Luwu, Sulawesi Selatan. Sebelum akuisisi, Indika melalui anak usahanya Indika Mineral telah memiliki sekitar 28% saham NUS.

Investasi Indika sudah dilakukan sejak akhir 2018 dan secara bertahap kepemilikan perseroan kini sudah 100% saham NUS. Untuk status proyek, tahap front end energy design (FEE) telah diselesaikan pada April 2022 dan proyek konstruksi tambang diharapkan bisa dimulai pada Januari 2023. 

“Kita targetkan sudah biss mulai produksi pada 2025,” ujar Ricardo.

Sementara bisnis kendaraan listrik semakin serius digarap dengan ditandai dengan peluncuran motor listrik pertama mereka dengan merek ALVA ONE pada ajang GIASS pada Agustus 2022. Peluncuran motor listrik itu dilakukan oleh Indika Energy, melalui PT Ilectra Motor Group (IMG), yang bergerak dalam industri kendaraan listrik.

Selanjutnya pada bisnis pengembangan energi terbarukan, khususnya tenaga surya digarap melalui anak usaha, Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS). Saat ini, EMITS tercatat telah measuk ke pemasangan solar photovoltaic (PV), pengembangan pelabuhan berkelanjutan (green port), hingga pembangunan PLTS hybrid kombinasi solar PV dengan baterai.

Melalui anak usahanya itu, Indika Energy menargetkan bisa mendapatkan kontrak pemasangan sebesar 80-100 Mega Watt peak (MWp) pada 2022. Upaya mencapai target ini akan dikejar dengan menggandeng Fourth Partner Energy, perusahaan energi asal India.

“Kami pilih energi surya karena sumbernya melimpah di Indonesia dan harga listriknya kami yakini bisa kompetitif dengan sumber energi berbasis fosil,” tutup Ricardo. (DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

APNI Dukung Aturan Baru HPM, Harga Nikel Dinilai Makin Transparan dan Adil

Jakarta, Situsenergi.com Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyambut positif Keputusan Menteri ESDM...

PTBA Patok Target Jumbo 49,5 Juta Ton, Siap Gebrak Pasar Spanyol Hingga Rumania

​Jakarta, Situsenergi.com Emiten pertambangan batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk...

Penjualan Batubara Dongkrak Kinerja RMK Energy 2025, Laba Tembus Rp245 Miliar

Jakarta, situsenergi.com PT RMK Energy Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan...

Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Melonjak, Kemendag Ungkap Pemicu Utamanya

Jakarta, situsenergi.com Kenaikan harga komoditas tambang kembali terjadi. Kementerian Perdagangan resmi menaikkan...