Home LISTRIK KESDM Optimis Jaringan Listrik Cerdas dapat Hubungkan Pulau Besar
LISTRIK

KESDM Optimis Jaringan Listrik Cerdas dapat Hubungkan Pulau Besar

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Jaringan listrik cerdas dapat menghubungkan pulau besar dengan jalur interkoneksi, sehingga dapat menghubungkan lokasi sumber pembangkit energi baru terbarukan menuju lokasi yang memiliki permintaan tinggi.

Hal ini dikatakan Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (31/8/2022).

“Target NZE dapat tercapai dengan dukungan pembangunan smart grid yang tengah disiapkan di Indonesia. Pengembangan jaringan listrik cerdas atau smart grid menjadi kunci untuk mencapai target netralitas karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada sektor pembangkit listrik,” ujarnya.

Ia menyebutkan, skema pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

“Dalam peraturan tersebut, pemerintah telah menugaskan PLN untuk mengelola sendiri infrastruktur kelistrikan atau memberikan penugasan kepada anak perusahaan untuk membangun pembangkit listrik,” ungkapnya.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030, kata Wanhar, Indonesia berencana untuk membangun lebih banyak pembangkit energi baru terbarukan dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

“Kami tidak lagi merencanakan pembangkit listrik tenaga batu bara baru, kecuali yang telah financial closing atau sedang dibangun,“ kata Wanhar.

“Pengembangan smart grid di Indonesia akan menghadapi beberapa tantangan, antara lain ketersediaan mekanisme bisnis dan keuangan, regulasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan serta kesiapan teknologi,“ pungkasnya.

Sementara Kepala Biro Perencanaan Kementerian ESDM Chrisnawan Anditya menyatakan Pemerintah Indonesia merencanakan untuk mendukung target netralitas karbon dengan pengembangan smart grid, diantaranya memfasilitasi pengembangan smart comunity pilot project di Karawang, adaptive defense scheme pada sistem Jawa-Bali, automatic dispatch system di Sumba dan Nusa Tenggara Timur, dan smart micro grid di Selayar.

“PLN telah menetapkan lini masa jaringan listrik cerdas menjadi dua periode yakni periode pertama tahun 2021 sampai 2025 yang memiliki inisiatif utama dalam digitalisasi pembangkit, sistem manajemen distribusi, pengisian baterai kendaraan listrik, smart microgrid dan advanced metering infrastructure,” tukasnya.

Kemudian periode kedua tahun 2026 dan selanjutnya, memiliki inisiatif utama pada peningkatan supervisory control and data acquisition, interkoneksi sumber daya energi terdistribusi, penyimpanan energi, dan respons permintaan.

“Smart microgrid lainnya juga sedang dikembangkan di Indonesia bagian timur yang meliputi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara,” katanya.(Ert/SL)

Tag: Smart Microgrid, RUPTL PLN, Jaringan Listrik Cerdas

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

EV Ngebut Saat Nataru! Konsumsi Listrik di SPKLU Melonjak 479%, Sinyal Perubahan Pola Mudik

Jakarta, situsenergi.com Tren kendaraan listrik (EV) kian terasa nyata saat libur panjang...

Gebyar Awal Tahun 2026, PLN Tawarkan Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile

Jakarta, situsenergi.com PT PLN (Persero) membuka awal tahun dengan insentif menarik bagi...

PLN Mobile Hadirkan AntreEV, Pengisian Mobil Listrik Lebih Lancar Saat Arus Balik Nataru

Jakarta, situsenergi.com PT PLN (Persero) terus memperkuat layanan pengisian kendaraan listrik pada...

Danantara Pacu Huntara Aceh Tamiang, PLN Pastikan Listrik Siap di 600 Unit Hunian

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN (Persero) memperkuat dukungan percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara...