Home MIGAS Dirjen Migas: Indonesia Punya Success Story Implementasi Teknologi EOR
MIGAS

Dirjen Migas: Indonesia Punya Success Story Implementasi Teknologi EOR

Share
Dirjen Migas: Indonesia Punya Success Story Implementasi Teknologi EOR
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, Indonesia memiliki success story implementasi teknologi EOR steamflood di Lapangan Duri yang menjadi contoh ideal bagaimana sebuah proyek EOR dikelola dan menjadi rujukan industri migasyh global yaitu implementasi teknologi EOR

“Indonesia tercatat mengalami dua kali puncak produksi minyak yakni pada 1977 dan 1995. Puncak produksi pada 1995 menjadi catatan khusus lantaran merupakan hasil implementasi EOR tersebut,” katanya di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Menurut Tutuka, persiapan implementasi EOR steamflood Duri dilakukan segera setelah puncak produksi primary recovery dicapai dengan recovery factor hanya tujuh persen. Setelah fase persiapan, kemudian dilanjutkan EOR steamflood pilot huff & puff.

“Pembelajaran dari keberhasilan pilot huff & puff, kemudian menjadi modal implementasi EOR steamflood skala lapangan yang dimulai 1985 pada Area 1. Kita berharap kisah sukses EOR Duri menjadi pembelajaran dunia migas Indonesia,” tukasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, meski keberhasilan EOR steamflood Duri tidak terlepas dari volume oil in place yang demikian besar serta tidak dimiliki lapangan-lapangan minyak lainnya, namun perlu digarisbawahi dari kesuksesan tersebut adalah dibutuhkan konsistensi dalam menyiapkan proyek EOR dari fase ke fase.

“Mulai dari persiapan dengan studi dan lab, pilot, full field implementation secara bertahap dibarengi program surveillance untuk terus melakukan efisiensi dan continues improvement agar bisa terus perform dalam situasi naik turunnya harga minyak,” tukasnya.

Walaupun sejauh ini belum ada lagi implementasi EOR skala full field, namun cukup banyak kegiatan-kegiatan implementasi EOR yang dilakukan pada skala percontohan di lapangan dan laboratorium.

Berbagai implementasi skala sumuran dan antarsumur dilakukan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dan memberikan indikasi kenaikan produksi. Sejumlah metode EOR yang terbukti berhasil pada skala laboratorium juga banyak ditawarkan technology provider.

“Kita berharap Festival EOR 2022 menjadi momentum mendorong percepatan implementasi teknologi EOR secara masif dalam rangka peningkatan cadangan dan produksi minyak,” tukasnya

Secara nasional, lanjut dia, masih terdapat sekitar 60 persen dari isi awal minyak di tempat atau setara 40 miliar barel minyak masih tertinggal di dalam reservoir setelah pengurasan primer dan sekunder.

“Jumlah ini merupakan target potensial implementasi teknologi EOR. Jika 10 persen saja dari target EOR tersebut dapat kita ambil, maka sangat berarti bagi peningkatan produksi minyak nasional,” jelasnya.

Festival juga dapat menjadi ajang konsolidasi kegiatan-kegiatan EOR yang telah dilakukan dan mendapatkan terobosan-terobosan baru dalam aspek teknis dan komersial untuk mendorong implementasi teknologi EOR secara masif dalam berbagai skala.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHE Borong Efisiensi USD635 Juta, Lampaui Target dan Jadi Juara Optimus 2025

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat lonjakan efisiensi fantastis sepanjang...

Pertamina Goes to Campus 2026 Dibuka, Mahasiswa Berpeluang Berangkat ke Luar Negeri Gratis

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) kembali menggelar program Pertamina Goes to Campus...

Dua Srikandi Pertamina NRE Raih Penghargaan Dewi BUMN 2026, Bukti Perempuan Makin Dominan di Energi Hijau

Jakarta, situsenergi.com Kiprah perempuan di sektor energi baru terbarukan kembali mendapat sorotan....

Laba Naik di Tengah Fluktuasi Industri, PTC Gaspol Transformasi Bisnis dan Borong 19 Penghargaan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Training and Consulting (PTC) menunjukkan ketangguhannya di tengah...