Home MIGAS Minyak Dunia Melambung, WTI Naik 2,3 Persen, Brent Lebih Rendah
MIGAS

Minyak Dunia Melambung, WTI Naik 2,3 Persen, Brent Lebih Rendah

Share
Minyak Dunia Melambung, WTI Naik 2,3 Persen, Brent Lebih Rendah
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak dunia melambung, Rabu, setelah penarikan yang lebih besar dari perkiraan dalam persediaan Amerika, mengimbangi kekhawatiran tentang kemungkinan pukulan permintaan akibat penyebaran varian Omicron virus corona.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak USD1,31 atau 1,8 persen, menjadi USD75,29 per barel. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menetap di posisi USD72,76 per barel, melesat USD1,64 atau 2,3 persen. Demikian mengutip laporan  Reuters,  di New York, Rabu (22/12/2021) atau Kamis (23/12/2021) pagi WIB.

Persediaan Amerika turun lebih dari ekspektasi, dengan stok minyak mentah menyusut 4,7 juta barel, meski itu sebagian karena pertimbangan pajak akhir tahun yang mendorong perusahaan untuk tidak menyimpan barel minyak mentah.

“Kita melihat penurunan produksi, kita melihat persediaan dan minyak mentah turun, sehingga memberikan pasar pandangan yang mendukung,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago. “Karena persediaan di bawah rata-rata, tidak ada banyak ruang untuk kesalahan.”

Pembatasan mobilitas yang didorong virus korona di seluruh dunia menambah kekhawatiran akan penurunan permintaan bahan bakar. Jerman, Irlandia, Belanda, dan Korea Selatan termasuk di antara negara-negara yang menerapkan kembali penguncian sebagian atau penuh, atau langkah-langkah  social distancing  lainnya dalam beberapa hari terakhir.

Reli pasar minyak juga didukung sebagian oleh utilitas Eropa yang mengalihkan sumber listrik mereka ke minyak pemanas dari gas karena rekor harga tertinggi di benua itu.

“Apa yang kita lihat pada gas alam di Eropa akan mendorong peralihan berkelanjutan dari gas ke minyak untuk menghasilkan listrik,” kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston. “Itu permintaan tak terduga yang akan bertahan selama beberapa bulan ke depan.”

Masih belum jelas apakah varian Omicron lebih mematikan ketimbang Delta,  strain  yang dominan dalam beberapa bulan terakhir. Penelitian dari Afrika Selatan menunjukkan virus itu lebih kecil kemungkinannya untuk mengirim orang ke rumah sakit daripada Delta ketika pemerintah di seluruh dunia berusaha menahan penyebaran cepat varian tersebut.

Chief Executive Officer Moderna Stephane Bancel, Selasa, mengatakan produsen vaksin itu memperkirakan tidak ada kendala dalam mengembangkan suntikan booster untuk melindungi dari varian Omicron.

Pfizer, salah satu produsen utama vaksin Covid-19, mengatakan pil antivirus korona-nya telah disetujui untuk digunakan di rumah. Obat tersebut menargetkan orang-orang yang tertular virus dan efektif dalam mengurangi gejala dan rawat inap, kata perusahaan itu. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Optimalkan Sawit dan Limbahnya untuk Kurangi Impor BBM, Perkuat Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) memperkuat langkah menuju ketahanan energi nasional dengan...

Ringankan Beban Keluarga Miskin, Elnusa Gandeng Pemda

Jakarta, Situsenergi.com PT Elnusa Tbk bersama Pemerintah Kecamatan Kalitidu dan Desa Sumengko...

Water Injectivity Test Jatibarang Perkuat Data Reservoir, Pertamina Drilling Dukung Pengembangan CCS

Indramayu, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat pengembangan Carbon...

Rig Pertamina Drilling Tuntaskan Sumur JAS-034 Tanpa Insiden, Uji Produksi Tembus 326 BOPD

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menuntaskan pengeboran Sumur...