Home MIGAS Minyak Dunia Terkoreksi Lebih dari 3 Persen, Brent Sekarang USD81,99 Per Barel
MIGAS

Minyak Dunia Terkoreksi Lebih dari 3 Persen, Brent Sekarang USD81,99 Per Barel

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup anjlok USD 2,73 atau 3,2 persen, menjadi USD 81,99 per barel, demikian mengutip laporan  Reuters, di New York, Rabu (3/11/2021) atau Kamis (4/11/2021) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), merosot USD 3,05 atau 3,6 persen, menjadi menetap di posisi USD 80,86 per barel.  

Itu adalah persentase penurunan harian terbesar bagi kedua tolok ukur tersebut sejak awal Agustus dan penutupan terendah untuk Brent sejak 7 Oktober, serta WTI sejak 13 Oktober.

Harga minyak jatuh mendekati level terendah empat pekan, setelah stok minyak mentah Amerika melonjak lebih dari ekspektasi, ketika persediaan bensin di konsumen minyak terbesar dunia itu mencapai tingkat terendah empat tahun.

Stok minyak mentah mingguan Amerika melonjak lebih dari 3,3 juta barel, melampaui ekspektasi, tetapi persediaan bensin turun ke level terendah sejak November 2017. Pasokan pasar minyak Amerika mengetat, dengan stok di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, berada di level terendah dalam tiga tahun.

Federal Reserve, sesuai prediksi, mengatakan akan mulai mengurangi pembelian aset bulan ini. Pedagang mengatakan hal itu dapat melemahkan beberapa pembelian spekulatif dalam aset-aset berisiko termasuk minyak.

“Pasar sudah berada di bawah tekanan,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

“Kita turun karena aksi ambil untung dari pertemuan The Fed hari ini.”

Presiden Joe Biden, berbicara pada KTT iklim global COP26 di Glasgow, menyalahkan lonjakan harga minyak dan gas pada penolakan negara-negara OPEC untuk memompa lebih banyak minyak mentah. Harga eceran rata-rata satu galon bensin di Amerika Serikat akhir-akhir ini tercatat USD 3,40, menurut AAA, naik sekitar 20 sen dari bulan lalu.

Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus, bertemu pada Kamis dan diperkirakan mengkonfirmasi kembali rencana untuk mempertahankan peningkatan pasokan bulanan tetap stabil meski ada desakan untuk akselerasi.

Sebagai tanda harga tinggi mendorong lebih banyak pasokan, BP Plc mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya akan meningkatkan investasi dalam minyak dan gas  shale  AS menjadi USD 1,5 miliar pada 2022 dari USD 1 miliar tahun ini. Secara keseluruhan, produksi AS meningkat menjadi 11,5 juta barel per hari, menyamai level tertinggi tahun ini. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sumur Pertamina EP di Sumsel Bikin Kejutan, Produksi Tembus 475 BOPD!

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina EP (PEP) Aset 2 yang berada di bawah Pertamina...

Kapal Terbakar di Selat Sunda, PTK Kerahkan 11 Oil Boom untuk Cegah Tumpahan BBM

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) bergerak cepat merespons insiden kebakaran...

Princeton University Intip Dapur Digital Pertamina, AI Jadi Sorotan!

Jakarta, Situsenergi.com Transformasi digital Pertamina menarik perhatian perwakilan Princeton University, Amerika Serikat....

Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal Pecah Rekor, Tembus 4.114 GWh!

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan rekor produksi listrik...