Home MINERBA Ekonom: Ekspor September Ditopang Batubara
MINERBA

Ekonom: Ekspor September Ditopang Batubara

Share
Share

Jakarta, situenergi.com

Kalangan ekonom menyebutkan, kinerja ekspor Indonesia dinilai sangat baik seiring sentimen global yang turut mengerek permintaan.

SVP Economic Research Head UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja mengatakan tren ekspor yang naik signifikan terlihat dari permintaan batubara yang naik signifikan hingga triple digit di bulan September.

Menurut dia, salah satu penopang permintaan batubara nasional naik di pasar ekspor diantaranya permintaan dari China sebagai akibat banjir besar yang turut mendorong permintaan si emas hitam.

“Tapi ekspor dari barang tambang ini naik secara signifikan triple digit di bulan September, ini menunjukkan ekspor dari pertambangan terutama batubara karena krisis energi lagi berlangsung, karena banjir besar yang terjadi dan kemungkinan akan berlanjut paling sedikit akhir tahun,” kata SVP Economic Research Head UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja di Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Sementara itu, Kinerja ekspor Indonesia menurun pada bulan September 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor pada bulan lalu sebesar US$ 20,60 miliar. Nilai ini turun 3,84% mom dari capaian ekspor pada bulan Agustus 2021 yang mencapai US$ 21,43 miliar.

“Penurunan secara bulanan ini diikuti dengan penurunan baik ekspor minyak dan gas (migas) maupun ekspor non migas,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono, Jumat (1510/2021). via youtube.

Meski secara bulanan menurun, kinerja ekspor masih meningkat 47,64% yoy bila dibandingkan dengan bulan September 2020 yang pada saat itu tercatat US$ 13,96 miliar. Peningkatannya ini juga didorong oleh peningkatan ekspor migas sebesar 39,79% yoy maupun ekspor non migas yang naik 48,03% yoy.

Margo melanjutkan, bila melihat capaian ekspor keseluruhan selama tahun 2021, tren ekspor ini menunjukkan kinerja yang menggembirakan.

“Capaian ekspor kita di tahun ini jauh lebih tinggi daripada tahun 2020 dan bahkan, jauh lebih tinggi dari tahun 2019 atau melampaui level pra pandemi Covid-19,” tandasnya. (SA/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Dijaga, Produksi Batu Bara Dipangkas ke 600 Juta Ton pada 2026

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah mulai mengencangkan strategi demi menjaga stabilitas harga komoditas. Pada...

Operasi Tambang PT Vale Indonesia Berhenti Sementara, Ini Penyebabnya

Jakarta, situsenergi.com PT Vale Indonesia Tbk menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan di...

PTBA Perkuat Wewenang Komisaris, Laba Bersih Tembus Rp1,4 Triliun di Tengah Tekanan Harga Batu Bara

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengambil langkah strategis untuk mempercepat...

Petrosea Tancap Gas! Akuisisi SBPL Resmi Rampung, Layanan EPC Makin Kompetitif

Jakarta, situsenergi.com Petrosea terus memperluas jejak bisnisnya. Pada 21 November 2025, perusahaan...