Home MIGAS Kebijakan Kompor Induksi PLN Jangan Matikan Agen Pangkalan Elpiji
MIGAS

Kebijakan Kompor Induksi PLN Jangan Matikan Agen Pangkalan Elpiji

Share
Kebijakan Kompor Induksi PLN Jangan Matikan Agen Pangkalan Elpiji
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir diminta bijaksana dalam mengeluarkan kebijakan soal Kompor Induksi PLN, sebab jika tidak dipertimbangkan secara matang, kebijakan tersebut berpotensi mematikan usaha Agen dan Pangkalan Elpiji. Padahal, usaha tersebut termasuk jenis UMKM juga.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid, dalam agenda Rapat Kerja dengan Menteri BUMN, Senin (30/8/2021) kemarin.

Menurut Nusron, ia memahami bahwa PLN saat ini mengalami over supply listrik. Ia juga setuju penambahan modal negara (PMN) untuk PLN dalam rangka percepatan elektrifikasi ke berbagai pelosok. Agar tidak ada kesenjangan masalah elektrifikasi di Indonesia ini.

“Saya paham bahwa saat ini Indonesia mengalami over supply listrik sehingga butuh elektrifikasi. Namun programnya jangan kompor induksi,” kata Nusron.

Bukan hanya Agen dan Pangkalan Elpiji saja yang akan terdampak program kompor induksi, melainkan juga Pertamina sebagai pemasok Elpiji tersebut.

“Belum lagi investasi Pertamina dalam bentuk kapal dan terminal gas di berbagai tempat, menjadi tidak ada kepastian,” tegasnya.

Nusron mengatakan, solusi over capacity listrik sebenarnya bisa diatasi melalui program percepatan elektrifikasi maupun program kendaraan listrik.

“Solusinya percepat elektrifikasi lewat berbagai cara. Lewat mobil listrik oke. Ke rumah tangga dan perkantoran juga oke. Tapi kalau untuk kompor induksi nanti dulu. Harus dipikir ulang. Sebab menyangkut investasi Pertamina dan nasib UMKM yang jumlahnya jutaan,” jelasnya.

Nusron menegaskan, setiap perubahan kebijakan juga harus memikirkan keberlanjutan mereka. Karena itu, ia meminta Erick untuk bijak dalam membuat kebijakan solusinya.

Selain itu, imbuh Nusron, kompor induksi cenderung boros dan merupakan energi mahal. Kebijakan ini tidak cocok dengan kalangan menengah bawah.

“Saya khawatir nanti banyak rakyat yang kaget tiba-tiba konsumsi listriknya meningkat. Dihitung-hitung lebih mahal dari gas. Ini kan kasihan juga,” pungkasnya. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Terminal BBM Palaran Dikebut, SOFYANO ZAKARIA: Patra Niaga Jangan Berhenti Di Kaltim Daerah Lain Harus Menyusul

Jakarta, situsenergi.com Pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur, oleh PT...

Elnusa Gaspol Bangun Terminal Palaran, Progres Proyek Energi Lampaui Target

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk bersama Pertamina Patra Niaga mempercepat pembangunan Terminal...

PHR Gaspol Produksi Migas, EPF Baru di Libo GS Resmi Beroperasi

LIBO, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan resmi mengoperasikan Early...

CCS Indonesia Makin Ngebut, PHE Bidik Peluang Ekonomi Baru dari Karbon

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempertegas langkah dekarbonisasi lewat pengembangan...