Home MIGAS Minyak Kembali Menguat, Setelah Sempat Terkoreksi Dalam
MIGAS

Minyak Kembali Menguat, Setelah Sempat Terkoreksi Dalam

Share
jurus skk migas capai produksi 1 juta bopd di 2030
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Minyak mentah berjangka mengalami rebound, Selasa, karena pelaku pasar bersaing untuk mengambil keuntungan dari harga minyak yang jatuh ke level terendah dua bulan pada sesi sebelumnya.

Aksi jual Senin, didorong kekhawatiran penurunan permintaan di tengah meningkatnya kasus Covid-19, mendorong minyak anjlok sekitar 7 persen dan memukul aset berisiko lainnya. Pasar minyak juga melemah di tengah berita bahwa Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC Plus, mencapai kesepakatan untuk meningkatkan pasokan dalam beberapa bulan mendatang.

“Ada bottom pickers yang berupaya masuk menuju penurunan ini,” kata Bob Yawger, Direktur Mizuho di New York.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak 73 sen, atau 1,1 perse , menjadi USD69,35 per barel setelah meluncur 6,8 persen pada sesi Senin, demikian dikutip dari laporan Reuters, Selasa (20/7/2021) atau Rabu (21/7/2021) pagi WIB. Brent jatuh dari puncaknya di lebih dari USD77 yang dicapai pada awal Juli – level tertinggi sejak akhir 2018.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melesat USD1 atau 1,5 persen, menjadi USD67,42 pada hari terakhir perdagangannya, setelah merosot serendahnya ke posisi USD65,21 per barel, pada Selasa. Kontrak tersebut anjlok 7,5 persen pada sesi Senin.

Berakhirnya kontrak tersebut menambah volatilitas ke pasar, kata Yawger. Sementara, kontrak front month , September, naik 94 sen, atau 1,4 persen, menjadi USD67,29 per barel.

Harga memangkas kenaikan dalam after-hours trading setelah angka industri secara tak terduga menunjukkan persediaan minyak mentah dan bensin Amerika masing-masing naik 806.000 barel dan 3,3 juta barel, pekan lalu, menurut narasumber pasar, mengutip American Petroleum Institute.

Jika dikonfirmasi oleh data pemerintah, Rabu, akan mengakhiri penurunan persediaan selama delapan pekan berturut-turut. Analis yang disurvei Reuters memperkirakan penarikan untuk minyak mentah dan bensin.

Pasar skeptis bahwa kenaikan harga tersebut akan berlangsung lama.


“Sulit untuk melihat harga pulih lagi kecuali kegelisahan seputar virus dikendalikan kembali,” kata Stephen Brennock, analis PVM. “Pasar jelas gelisah tentang prospek permintaan.”

Varian Delta virus corona menjadi jenis yang dominan di seluruh dunia, kata pejabat Amerika, Jumat.

Varian tersebut tidak mungkin membahayakan pemulihan pertumbuhan global, meski dapat menyebabkan “cegukan regional”, ungkap analis Julius Baer, Carsten Menke.

Juga membebani pasar adalah kesepakatan Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC Plus, pada Minggu, untuk meningkatkan produksi mulai Agustus, melepaskan lebih banyak pembatasan pasokan yang diberlakukan ketika pandemi melanda tahun lalu. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Siaga Mudik Idulfitri 1447 H, Dirut Pastikan BBM hingga LPG Aman

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) menegaskan kesiapan penuh mengawal arus mudik Idulfitri...

Mudik Gratis Pertamina 2026 Dibuka! Berangkat ke 15+ Kota, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

Jakarta, Situsenergi.com Kabar yang ditunggu akhirnya datang. Program Mudik Bareng Pertamina 2026...

Neraca Perdagangan RI Januari 2026 Surplus, Tapi Defisit Migas Tembus USD2,27 Miliar

Jakarta, Situsenergi.com Neraca perdagangan Indonesia membuka tahun 2026 dengan kabar baik sekaligus...

PDSI Sabet Best Collaboration Excellence 2026, Bukti Kekuatan Sinergi di Sektor Pengeboran Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali menunjukkan taringnya di...