Home MIGAS Minyak Melonjak Lebih Dari 1 Persen, Paska Cyber Attack di Fasilitas Migas AS
MIGAS

Minyak Melonjak Lebih Dari 1 Persen, Paska Cyber Attack di Fasilitas Migas AS

Share
Minyak Melonjak Lebih Dari 1 Persen, Paska Cyber Attack di Fasilitas Migas AS
Share

Tokyo, Siturenergi.com

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 1 persen pada Senin (10/5/2021), paska cyber attackĀ  yang memaksa penutupan jaringan pipa pasokan bahan bakar penting di Amerika Serikat, menyoroti kerapuhan infrastruktur minyak.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, menguat 78 sen, atau 1,14 persen, menjadi USD69,06 per barel pada pukul 08.55 WIB, setelah melesat 1,5 persen minggu lalu, demikian laporanĀ  Reuters,Ā  di Tokyo, Senin (10/5/2021).

Sementara itu, patokan Amerika, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melejit 71 sen, atau 1,09 persen, menjadi USD65,61 per barel, setelah melambung lebih dari 2 persen pekan lalu.

Menandakan keseriusan situasi tersebut, Gedung Putih bekerja sama dengan Colonial Pipeline untuk membantunya pulih dari seranganĀ  ransomware,Ā  yang memaksa operator pipa bahan bakar terbesar Amerika itu untuk menutup jaringan yang memasok negara bagian sebelah timur yang padat penduduk.

Jaringan Colonial adalah sumber dari hampir setengah pasokan bahan bakar Pantai Timur Amerika, mengangkut 2,5 juta barel bensin dan bahan bakar lainnya per hari, dan perusahaan itu harus menutup semua jaringan pipa setelah serangan dunia maya, Jumat lalu, yang melibatkanĀ  ransomware.

Tidak jelas siapa yang melakukan serangan itu, tetapi sumber mengatakan kepadaĀ  ReutersĀ  bahwa para peretas kemungkinan besar adalah kelompok penjahat dunia maya profesional.

Minggu, Colonial mengatakan jalur bahan bakar utamanya tetapĀ  offlineĀ  tetapi beberapa jalur yang lebih kecil antara terminal dan titik pengiriman sekarang beroperasi. Tidak disebutkan kapan jaringan tersebut akan kembali ke kapasitas operasional penuh.

“Hal utama yang bisa diambil adalah orang-orang jahat tersebut sangat mahir menemukan cara baru untuk menembus infrastruktur,” kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates kepada Reuters.

“Infrastruktur belum mengembangkan pertahanan yang dapat mengimbangi semua cara berbeda yang dapat digunakanĀ  malwareĀ  untuk menginfeksi sebuah sistem.”

Penghentian saluran yang berkepanjangan, yang digambarkan sebagai “titik tolak infrastruktur” di Amerika Serikat oleh seorang analis, akan menyebabkan harga bensin melonjak menjelang puncakĀ  driving seasonĀ  musim panas, potensi pukulan bagi konsumen dan ekonomi Amerika.

Harga bensin Amerika melonjak hampir 2 persen, sementara minyak pemanas melesat lebih dari 1 persen.

Serangan itu mendorong seruan dari anggota parlemen untuk memperkuat perlindungan bagi infrastruktur energi Amerika yang kritis dari serangan peretasan.

Departemen Energi mengatakan sedang memantau potensi dampak terhadap pasokan energi negara itu, sementara Cybersecurity and Infrastructure Security Agency dan Transportation Security Administration Amerika mengatakan bahwa mereka sedang menangani situasi tersebut. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Bongkar Jurus Baru! Bisnis Energi Lama dan Hijau Digenjot Bareng

JAKARTA, Situsenergi.com Pertamina membawa strategi besar menghadapi tantangan energi Indonesia ke IdeaFest...

PHR Sabet Gold Award EPSA 2026! Teknologi Hijau Jadi Senjata Pulihkan Lahan Tercemar

JAKARTA, Situsenergi.con PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sukses mencuri perhatian di ajang...

PHE Sabet Impact Masters Awards 2026, Komitmen ESG Makin Ngebut

JAKARTA, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali mencuri perhatian lewat kiprahnya...

Jerami Jadi Cuan! Pertamina Sulap Limbah Karawang Jadi Mesin Ekonomi Warga

KARAWANG, Situsenergi.com Jerami yang dulu kerap dibakar kini punya nilai ekonomi di...