Home LISTRIK Kenaikan Subsidi Listrik di 2022 Adalah Keniscayaan, Pemerintah Harus Berbuat Sesuatu
LISTRIK

Kenaikan Subsidi Listrik di 2022 Adalah Keniscayaan, Pemerintah Harus Berbuat Sesuatu

Share
Kenaikan Subsidi Listrik di 2022 Adalah Keniscayaan, Pemerintah Harus Berbuat Sesuatu
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menilai, pembengkakan nilai subsidi listrik di tahun 2022 adalah sebuah keniscayaan yang sulit dihindari.  Pemerintah diminta melakukan sesuatu agar nilai subsidi itu tidak membuat keuangan negara menjadi jebol.

“Dengan semakin tingginya ICP (Indonesian Crude Price), dimana salah satu faktor daripada Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik adalah ICP, dimana ICP juga berkolerasi dengan harga minyak dunia, maka saya kira memang wajar kalau beban subsidi (listrik) di 2022 akan naik, apalagi harga minyak dunia sudah mulai tinggi, diatas itu memang perlu ada strategi sendiri sehingga beban pemerintah akan semakin berkurang,” ujar Mamit kepada Situsenergi.com, Kamis (8/4/2021).

Mamit menilai, apa yang diberikan pemerintah saat ini yaitu subsidi listrik untuk golongan 450 Volt Ampere (VA) adalah sudah tepat dan tidak perlu dihilangkan. Sedangkan untuk yang kapasitas 900 VA, kata dia, memang sebaiknya dievaluasi.

“Kelas 900 VA perlahan memang harus di cabut, karena sekarang masih ada dan kalau bisa harus dikurangi sehingga subsidi tepat sasaran,” kata Mamit.

Diakuinya keputusan untuk evaluasi nilai subsidi listrik dalam situasi pandemi covid-19 memang serba salah. Di satu sisi kondisi masyarakat banyak yang terdampak secara ekonomi karena pandemi. Namun demikian jika tidak di evaluasi, maka keuangan negara tidak akan mampu untuk menutup nilai subsidi yang membengkak. Maka itu, disinilah peran pemerintah untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat.

“Saya memang khawatir di 2022 ini (ekonomi) masih belum stabil juga, bahkan memang tingkat pengangguran dan masyarakat miskin ini semakin bertambah karena pandemi tak kunjung berakhir. Jadi memang agak wajar jika subsidi agak meningkat karena kondisi belum stabil,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan perhitungan perkiraan subsidi di tahun depan.

Perhitungan mengacu Indonesia Crude Price (ICP) dan kurs yang diprediksi tetap seperti hari ini. Padahal, konsumsi dan pertumbuhan pelanggan diprediksi akan terus naik.

Dia menyebut, pergerakan ICP setiap satu Dolar itu akan mengerek besaran subsidi mencapai Rp26,6 miliar dan pergerakan kurs Rupiah per Dolar sebesar Rp100, maka bisa mengerek subsidi mencapai Rp343 miliar.

“Dari asumsi tersebut, tahun 2022 angka subsidi khusus untuk listrik saja mencapai Rp61,6 triliun. Nanti akan ada skema subsidi yang baru dan lebih tepat sasaran,” ujarnya di DPR, Rabu (7/4/2021).

Diakui, penerima subsidi listrik selama ini belum tepat sasaran. Sebab selama ini total penerima subsidi khusus pelanggan 450 VA jumlahnya 24,49 juta pelanggan. Padahal jika disinkronkan dengan data Kementerian Sosial (Kemensos) itu mestinya ada 15,2 juta pelanggan 450 VA tidak pantas menerima subsidi. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PLN Jaga Listrik Stabil Saat Idulfitri 1447 H, Cadangan Daya Nasional Masih Longgar

Jakarta, situsenergi.com PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik tetap andal saat pelaksanaan...

Mudik Gratis PLN 2026 Banjir Peminat, Ini Cerita Pemudik & Dampak Hemat Biaya

Jakarta, situsenergi.com PT PLN (Persero) kembali mendukung Program Mudik Gratis BUMN 2026...

SPKLU Center PLN Siap di Trans Jawa, Mudik Kendaraan Listrik Makin Nyaman

Batang, situsenergi.com PT PLN (Persero) memperkuat dukungan mudik Lebaran 2026 dengan menghadirkan...

Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026, Wamen ESDM Tinjau Langsung Rest Area Tol Batang

Semarang, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan BBM tetap aman jelang arus...