Home MIGAS Minyak Terkoreksi 6 Persen, Imbas Pelaksanaan Vaksin Yang Lambat di Eropa
MIGAS

Minyak Terkoreksi 6 Persen, Imbas Pelaksanaan Vaksin Yang Lambat di Eropa

Share
Minyak Terkoreksi 6 Persen, Imbas Pelaksanaan Vaksin Yang Lambat di Eropa
Minyak Terkoreksi 6 Persen, Imbas Pelaksanaan Vaksin Yang Lambat di Eropa
Share

New York, Situsenergi.com

Harga minyak dunia, Selasa, melemah sekitar 6 persen, sebagai imbas dari kekhawatiran terhadap penguncian wilayah, akibat lambatnya pelaksanaan vaksin di wilayah Eropa.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup merosot USD3,83 atau 5,9 persen, menjadi USD60,79 per barel, setelah mencapai sesi terendah USD60,50 per barel, demikian dikutip dari laporan Reuters, Selasa (23/3/2021) atau Rabu (24/3/2021) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) anjlok USD3,80 atau 6,2 persen, menjadi USD57,76 per barel, setelah menyentuh level terendah USD57,32cper barel.

Kedua tolok ukur itu diperdagangkan mendekati posisi terendah yang tidak terlihat sejak 9 Februari.

“Jalan menuju pemulihan permintaan minyak tampaknya penuh rintangan karena dunia terus memerangi pandemi Covid-19,” kata Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak di Rystad Energy.

“Harga minyak turun lagi pada sesi Selasa, membuktikan bahwa koreksi minggu lalu tidak cukup dalam dan pasar diperdagangkan akhir-akhir ini dengan sentimen bullish yang berlebihan, mengabaikan risiko pandemi.” imbuhnya.

Penguncian diperpanjang di Eropa didorong oleh ancaman gelombang ketiga, dengan varian baru virus corona di benua itu.

Jerman, konsumen minyak terbesar Eropa, memperpanjang penguncian hingga 18 April. Sementara itu hampir sepertiga wilayah Prancis memasuki penguncian selama sebulan, Sabtu, menyusul lonjakan kasus di Paris dan sebagian Prancis utara.

Persediaan minyak mentah Amerika diperkirakan turun sedikit minggu lalu, sementara stok bensin terlihat meningkat, menurut analis dalam jajak pendapat Reuters. Data industri mingguan dari American Petroleum Institute akan dirilis Selasa petang waktu Amerika, diikuti data pemerintah pada Rabu pagi.

Dolar AS yang lebih kuat juga membebani harga, karena biasanya membuat minyak yang dibanderol dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Pasar minyak fisik menunjukkan bahwa permintaan lebih rendah, lebih besar daripada pasar berjangka. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kapal Terbakar di Selat Sunda, PTK Kerahkan 11 Oil Boom untuk Cegah Tumpahan BBM

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) bergerak cepat merespons insiden kebakaran...

Princeton University Intip Dapur Digital Pertamina, AI Jadi Sorotan!

Jakarta, Situsenergi.com Transformasi digital Pertamina menarik perhatian perwakilan Princeton University, Amerika Serikat....

Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal Pecah Rekor, Tembus 4.114 GWh!

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan rekor produksi listrik...

Migas Nonkonvensional Dibidik! Pertamina Drilling Andalkan Rig 1.500 HP

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina Drilling memperkuat kesiapan untuk menggarap potensi migas nonkonvensional (MNK)...