Home ENERGI Minyak Kembali Menguat, Didorong Ekspektasi Pemulihan Ekonomi Global
ENERGI

Minyak Kembali Menguat, Didorong Ekspektasi Pemulihan Ekonomi Global

Share
didorong ekspektasi pemulihan ekonomi global
Share

New York, situsenergi.com 

Harga minyak dunia kembali menguat, Rabu, karena proyeksi optimistis untuk pemulihan ekonomi global dan penurunan persediaan bensin Amerika. Namun demikian, lonjakan harga itu masih tertahan peningkatan stok minyak mentah setelah badai musim dingin Texas berlalu.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 38 sen atau 0,6 perse menjadi USD67,90 per barel. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, meningkat 43 sen atau 0,7 persen menjadi USD64,44 per barel. Demikian dikutip dari laporan Reuters, Rabu (10/3/2021) atau Kamis (11/3/2021) pagi WIB.

Stok BBM Amerika turun 11,9 juta barel pekan lalu dan produk distilasi, yang mencakup solar dan minyak pemanas, menyusut 5,5 juta barel. Menurut Badan Informasi Energi, penurunan itu lebih tajam dari ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk masing-masing penurunan 3,5 juta barel.

Namun, stok minyak mentah melonjak 13,8 juta barel pekan lalu, jauh melampaui perkiraan untuk kenaikan 816.000 barel, ketika industri minyak negara itu terus merasakan efek dari badai musim dingin pertengahan Februari yang menghentikan aktivitas penyulingan dan memaksa penutupan produksi di Texas.

Harga minyak terus menguat selama beberapa bulan karena OPEC Plus–yang terdiri dari Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, mempertahankan pembatasan pasokan. Setelah sempat menyentuh USD70 per barel awal pekan ini, Brent turun tipis.
Pekan lalu, OPEC Plus setuju untuk mempertahankan pengurangan produksi pada April.

Sementara itu, ekonomi global yang dihantam pandemi diperkirakan akan pulih kembali dengan pertumbuhan 5,6 persen pada tahun ini dan ekspansi 4 persen di 2022, ungkap Organisation for Economic Cooperation and Development ( OECD ) dalam prospek ekonomi sementaranya. Perkiraan sebelumnya adalah pertumbuhan 4,2 persen untuk tahun ini.

“Ketika berbicara tentang mengangkat sentimen pasar, sangat sedikit yang dapat menyaingi peningkatan pemulihan ekonomi pasca-Covid,” kata Stephen Brennock, analis PVM. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PNBP ESDM Tembus Rp138,37 T di 2025, Bahlil: Harga Turun Bukan Halangan

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif...

Hub Biomassa Tasikmalaya–Ciamis Diresmikan, Perkuat Ketahanan Energi Lokal

Jakarta, situsenergi.com Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop...

Kado Tahun Baru! Harga Pertamax Turun, Ini Daftar Lengkap BBM Pertamina

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) membuka awal 2026 dengan menurunkan harga bahan...

PLTS Percontohan Diluncurkan Di Pulau Sembur

Batam, Situsenergi.com Kementerian Koperasi bersama Pertamina melalui Pertamina NRE meluncurkan Pembangkit Listrik...