Home ENERGI Harga Berfluktuasi, HPE Produk Tambang Periode November 2020 Dominan Turun
ENERGI

Harga Berfluktuasi, HPE Produk Tambang Periode November 2020 Dominan Turun

Share
hpe produk tambang periode november 2020 dominan turun
Share

Jakarta, situsenergy.com 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali menentukan harga patokan ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) periode November 2020. Akibat fluktuasi harga di pasar internasional, HPE produk tambang tersebut juga mengalami penyesuaian.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Didi Sumedi, menyatakan dibandingkan dengan HPE periode Oktober 2020, sebagian besar komoditas mengalami penurunan HPE. Namun ada juga beberapa komoditas produk pertambangan mengalami kenaikan dikarenakan adanya permintaan dunia yang meningkat.

“HPE produk pertambangan periode November 2020 yang mengalami fluktuasi, diantaranya komoditas konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu,” kata Didi dalam keterangannya, Jumat (30/10).

Untuk beberapa komoditas yang mengalami penurunan yaitu konsentrat tembaga, konsentrat besi konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit), konsentrat timbale,konsentrat seng, konsentrat pasir besi, dan konsentrat rutil. Penurunan ini disebabkan oleh kasus covid-19 yang masih merebak di berbagai negara.

Terkait dengan produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Selanjutnya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode November 2020 adalah konsentrat mangan (Mn ≥ 49 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD213,63 per WE atau naik sebesar 1,04 persen. Konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45 persen) dengan harga rata-rata USD289,35 per WE atau naik 1,96 persen. Kemudian bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42 persen) dengan harga rata-rata USD23,88 per WE atau naik 1,12 persen.

Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD2.850,77 per WE atau turun sebesar 1,77 persen. Selanjutnya konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62 persen dan ≤ 1 persen TiO2) dengan harga rata-rata USD103,10 per WE atau turun 6,40 persen.

Dilanjutkan konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50 persen dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10 persen) dengan harga rata-rata USD52,68 per WE atau turun 6,40 persen. Konsentrat timbal (Pb ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD740,22 per WE atau turun 6,64 persen. Lalu konsentrat seng (Zn ≥ 51 persen) dengan harga rata-rata USD597,68 per WE atau turun 7,05 persen.

Selain itu konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD61,56 per WE atau turun sebesar 6,40 persen dan konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90 persen) dengan harga rata-rata USD848,44 per WE atau turun 0,89 persen. Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga rata-rata USD117,98 per WE tidak mengalami perubahan.

“Penetapan HPE periode November 2020 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait,” pungkasnya. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...