Home ENERGI Harga Minyak Anjlok Lebih Dari 3 Persen, Ini Penyebabnya
ENERGI

Harga Minyak Anjlok Lebih Dari 3 Persen, Ini Penyebabnya

Share
Share

New York, SitusEnergy.com

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup merosot USD1,31 atau 3,1%, menjadi USD40,46 per barel. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut USD1,29 atau 3,2%, menjadi menetap di USD38,56 per barel. Kedua kontrak tersebut anjlok hampir 2,5% pekan lalu.

Demikian laporan Reuters di New York, Senin (26/10/2020) atau Selasa (27/10/2020) pagi WIB.

Penurunan harga minyak itu dipicu lonjakan kasus Corona di Amerika dan Eropa. Sementara peningkatan produksi minyak mentah di Libya menimbulkan kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan.

Amerika Serikat melaporkan jumlah tertinggi infeksi virus corona yang baru dalam dua hari hingga Sabtu, sementara di Prancis kasus baru mencapai rekor lebih dari 50 ribu orang pada Minggu. Italia dan Spanyol memberlakukan pembatasan baru untuk mengekang penyebaran virus tersebut.

“Ini adalah hari Senin kelabu di pasar minyak,” kata Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak Rystad Energy.

“Kami telah lama memperingatkan bahwa ‘gelombang kedua’ dari langkah-langkah pembatasan virus corona yang ketat dapat diberlakukan kembali, dan itu sekarang menjadi kenyataan,” sambungnya.

National Oil Corp (NOC) Libya, Senin, mengakhiri kondisi  force majeur  pada fasilitas tersisa yang ditutup blokade ekspor minyak selama delapan bulan oleh pasukan timur.

NOC mengatakan produksi Libya akan mencapai 1 juta barel per hari (bph) dalam beberapa pekan mendatang, peningkatan yang lebih cepat dari ekspektasi banyak analis. Hal itu dapat mempersulit upaya Organisasi Negara Eksportir Minyak untuk membatasi pasokan guna mengatasi permintaan yang lesu.

“Hal terakhir yang dibutuhkan pasar saat ini adalah pasokan tambahan,” kata Warren Patterson, Kepala Strategi Komoditas ING.

Sekretaris Jenderal OPEC mengatakan pemulihan pasar minyak mungkin memakan waktu lebih lama dari ekspektasi karena inflasi virus corona meningkat di seluruh dunia.

OPEC Plus, kelompok produsen dan sekutunya termasuk Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 2 juta bph pada Januari 2021 setelah rekor pemotongan output awal tahun ini.

“OPEC Plus tidak boleh ceroboh dan harus mengatasi masalah pasokan ekstra yang muncul di pasar, jika tidak, hari-hari harga minyak yang relatif stabil akan dihitung,” kata pialang minyak PVM, Tamas Varga.

Sementara itu, sektor energi Pantai Teluk Amerika bersiap menghadapi badai lainnya. Senin, produsen minyak menghentikan produksi lepas pantai di Teluk Meksiko karena angin kencang musim ini yang ke-27 menguat dan tampaknya mengancam Amerika Serikat sebagai badai. (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Indonesia Ubah Peta Harga Nikel Global, HPM Baru Dorong Lonjakan di LME

Jakarta, situsenergi.com Indonesia mulai memainkan peran kunci dalam penentuan harga nikel dunia...

Ekspansi Energi 2026, Sigma Energy Bidik SPBU Baru hingga Infrastruktur SPKLU

Jakarta, situsenergi.com PT Sigma Energy Compressindo Tbk menyiapkan langkah ekspansi agresif pada...

Verifikasi Emisi Listrik Diperketat, Kemenperin Dorong Industri Menuju NZE 2060

Jakarta, Situsenergi.com Kementerian Perindustrian memperkuat langkah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060...

Anggaran Subsidi BBM Aman Hingga Akhir 2026, Menkeu: Dana Kita Cukup!

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah memberikan kepastian segar bagi masyarakat terkait keberlanjutan bantuan energi...