Home ENERGI PLN Pelopori Penggunaan Kompor Induksi
ENERGI

PLN Pelopori Penggunaan Kompor Induksi

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September 2020, melalui program PLN Peduli, PLN melaunching “Kampung Listrik PLN Green” di dua lokasi yaitu, Kampung Hijau Kemuning, Keluarahan Binong, Kota Tangerang dan Kampung RW 05 di Kelurahan Batu Ampar, Jakarta Timur.

Bersmaan dengan itu PLN juga memberikan 232 kompor induksi dan melakukan edukasi penggunaan kompor induksi bagi warga di dua Kampung Listrik PLN Green. Kampung ini diharapkan menjadi contoh kampung yang menggunakan kompor induksi secara penuh dalam aktifitas memasak yang dilakukan warganya.

“Semula kami kira kompor listrik barang yang menakutkan, tapi ternyata kompor ini sangat canggih, masaknya cepat, serta ejalan dengan visi hijau ramah lingkungan kampung kami,” katat Ketua RW 05 Kelurahan Batu Ampar, Harjati W. S di Jakarta, Sabtu (5/9)

Hal senada disampaikan oleh, Suyadi, perwakilan warga Kampung Hijau Kemuning. Dirinya menilai penggunaan kompor induksi lebih fleksibel, bersih dan ramah lingkungan.

“Di tempat kami ada beberapa UMKM juga yang menggunakan kompor induksi, ternyata lebih efisien dan membuat mereka lebih produktif. Untuk yang 1600 Watt, dalam 1 jam cuma habis 1 kwh, biayanta Cuma Rp 1.467 Rp. Murah,” kata Suyadi.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menegaskan bahwa PLN terus berkomitmen untuk mendorong penggunaan kompor induksi di masyarakat.

“Ini merupakan komitmen PLN memasyarakatkan electrifying lifestyle dan meningkatkan konsumsi listrik nasional,”tandas Zulkifli.

Dengan melakukan konversi dari kompor gas ke kompor induksi akan meningkatkan konsumsi energi listrik dan energi bersih. Pada tahun 2019, penggunaan listrik per kapita baru mencapai 1.084 kilo Watt hour (kWh) per kapita, PLN menargetkan konsumsi listrik per kapita meningkat menjadi 1.142 kWh.

Selain untuk mendorong energi bersih, konversi dari kompor gas ke kompor induksi juga akan menghemat anggaran subsidi LPG yang telah dianggarkan sebesar Rp 50,6 Triliun pada APBN 2020. Selain itu konversi ini juga meningkatkan ketahanan energi nasional karena mengubah penggunaan energi berbasis impor menjadi energi berbasis lokal. (MUL/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...