Home ENERGI Fluktuasi Minyak Dunia Tergantung Komitmen OPEC+ Jaga Pasokan
ENERGI

Fluktuasi Minyak Dunia Tergantung Komitmen OPEC+ Jaga Pasokan

Share
Share

Jakarta, SitusEnergy.com

Energy Watch menilai, fluktuasi harga minyak dunia yang terjadi di masa pandemi virus Corona saat ini, akan sangat tergantung dari komitmen negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC dan Rusia (OPEC+).

Sebagaimana diketahui, dalam kesepakatan yang telah dibuat oleh OPEC+, pemangkasan produksi minyak akan dilakukan hingga akhir Juli 2020. Namun demikian, jika dilihat perkembangan saat ini, pemulihan permintaan tak kunjung terjadi meski pelonggaran ‘lockdown’ telah dilakukan.

Hal itu tentu menjadi kekhawatiran tersendiri, karena gelombang kedua pandemi corona justru terjadi di beberapa negara, termasuk Eropa dan Amerika Serikat. Hal itu kemudian mendorong gagasan bahwa perpanjangan pengurangan produksi masih diperlukan untuk stabilitas harga. Dorongan untuk perpanjangan pembatasan selepas akhir Juli 2020 pun tengah menjadi pembicaraan serius.

“Terkait dengan harga minyak dunia saya kira harusnya OPEC+ sepakat dengan komitmen yang mereka buat terkait dengan pemotongan produksi, mengingat saat ini kondisi perekonomian global masih belum tumbuh secara maksimal,” ujar Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan kepada SitusEnergy, saat dihubungi pada Kamis (25/6/2020).

Menurut Mamit, dengan komitmen yang kuat dari negara-negara OPEC+ dalam memangkas produksi minyak, maka harga minyak dunia akan tetap terjaga.

“Jika harga terus terjaga di level sekarang dan jelas ini menurut saya menguntungkan untuk OPEC+ juga,” tuturnya.

Terlebih, kata Mamit, saat ini dibeberapa negera timbul gelombang kedua pandemic covid-19, dimana hal ini bisa memukul kembali permintaan akan bahan bakar.

“Jika OPEC+ bersikeras untuk tidak melanjutkan pemotongan sesuai komitmen awal, maka saya kira akan membuat harga minyak dunia akan kembali tergerus,” tuturnya.

Sebagai informasi saja, Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, hari ini naik 12 sen, atau 0,3%, menjadi USD38,13 per barel pada pukul 08.29 WIB, setelah merosot USD2,36 pada penutupan Rabu, demikian dikutip dari Reuters, Kamis (25/6/2020).

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent, meningkat 5 sen, atau 0,1%, menjadi USD40,36 per barel, setelah jatuh USD2,32 pada sesi Rabu. (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...