Home ENERGI Pelemahan Harga Minyak Masih Tertahan Optimisme Pemangkasan Produksi Yang Lebih Panjang
ENERGI

Pelemahan Harga Minyak Masih Tertahan Optimisme Pemangkasan Produksi Yang Lebih Panjang

Share
Share

Tokyo, SitusEnergy.com

Harga minyak bergerak melemah, Selasa pagi (16/6/2020), di tengah kekhawatiran bahwa peningkatan infeksi virus corona di seluruh dunia yang bwrpitensi mengganggu permintaan bahan bakar. Meski demikian, harapan untuk perpanjangan waktu pemotongan produksi berhasil menahan penurunan harga yang lebih dalam terhadap komoditas minyak tersebut.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 14 sen, atau 0,4 persen, menjadi USD39,58 per barel pada pukul 07.27 WIB, setelah melonjak 2,6 persen pada penutupan Senin, demikian dikutip daei laporan  Reuters,  di Tokyo, Selasa (16/6/2020).

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, menyusut 24 sen, atau 0,7 persen menjadi USD36,88 per barel, setelah ditutup 2,4 persen lebih tinggi pada sesi sebelumnya.

Kasus virus corona meningkat menjadi lebih dari 8 juta di seluruh dunia, Senin, dengan infeksi melonjak di Amerika Latin, sementara Amerika Serikat dan Tiongkok sedang menghadapi wabah baru.

Harga minyak melesat, Senin, setelah Menteri Energi Uni Emirat Arab menyatakan keyakinan bahwa produsen OPEC + yang belum sepenuhnya mematuhi pemotongan yang disepakati akan meningkatkan kepatuhan mereka.

Dia juga mengatakan ada tanda-tanda bahwa permintaan minyak meningkat karena banyak negara mengurangi penguncian di beberapa bagian dunia.

Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan sekutunya, termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, bulan ini sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi 9,7 juta barel per hari hingga Juli.

Mereka juga meminta anggota yang belum mematuhi untuk memenuhi komitmen mereka dengan pemotongan tambahan.

Produsen  shale-oil  Amerika juga mengurangi aktivitas pengeboran di tengah jatuhnya permintaan minyak.

Produksi dari tujuh formasi  shale-oil  utama AS kemungkinan akan turun mendekati level terendah dua tahun 7,63 juta barel per hari pada Juli, menurut Badan Informasi Energi Amerika, Senin.

Pengebor Amerika memangkas produksi dan jumlah rig minyak di bawah 200 unit minggu lalu, level terendah sejak Juni 2009, menurut perusahaan jasa energi (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...