Home ENERGI PLN – Dharma Pertiwi Tandatangani MoU Pengelolaan Sampah
ENERGI

PLN – Dharma Pertiwi Tandatangani MoU Pengelolaan Sampah

Share
Share

Jakarta, SitusEnergy.com

PT PLN (Persero) dan Dharma Pertiwi melakukan penandatanganan nota kesepahaman Program Pengelolaan Sampah Melalui Pemberdayaan Perempuan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Kerjasama antara PLN dan Sharma Pertiwi tersebut dalam rangka mendorong penanganan masalah sampah di Indonesia.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, PLN bersama Dharma Pertiwi, akan mendorong pengolahan sampah menjadi energi alternatif melalui Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).

“Kami menyambut baik sekali. Bukan sebatas mengurangi sampah saja, ini juga menjadi satu bentuk kontribusi nyata bahwa ibu-ibu di lingkungan TNI sinergi bersama PLN, berperan aktif langsung untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan dan menjaga lingkungan hidup,” tutur Direktur Human Capital Management PLN, Muhammad Ali di Jakarta, Rabu (20/2/2020).

Untuk tahap pertama, PLN bersama Dharma Pertiwi akan membangun TOSS di Batalyon Armed 7/105 GS, Bantargebang, Bekasi. Sampah yang diolah nantinya akan diubah menjadi listrik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Sampah yang dikumpulkan akan diolah menjadi listrik, jadi ini tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga dapat meningkatkan penghasilan. Tentu ini akan mendorong keberlanjutan program,” jelas Ali.

Ia juga mengatakan bahwa PLN juga telah mengembangkan TOSS di beberapa wilayah, seperti di Bali dan Lombok. Hasil dari olahan sampah berupa pelet dijadikan campuran untuk bahan bakar pembangkit, baik batubara maupun gas. Upaya ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025.

“Jika seluruh pihak sinergi untuk melakukan ini, tentu dapat meningkatkan bauran energi baru terbarukan,” kata Ali.

Sementara itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi, menyampaikan apresiasinya kepada PLN karena telah bekerja sama mendorong program pengelolaan sampah ini.

“Terima kasih PLN sudah mau bekerja sama dengan kami. Semoga program ini dapat membantu menangani permasalahan sampah,” ujar Nanny.

Ia juga menyampaikan bahwa ke depan program ini tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi persatuan-persatuan istri TNI di daerah akan di dorong untuk menjalankan program pengelolaan sampah. Sehingga harapannya program pemerintah Indonesia Bebas Sampah tahun 2025 dapat teruwujud. (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...