Home ENERGI Archandra Sebut Penghematan Dari Skeka Gross Split Capai USD1,66 Miliar Tahun Ini
ENERGI

Archandra Sebut Penghematan Dari Skeka Gross Split Capai USD1,66 Miliar Tahun Ini

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengungkapkan penghematan biaya cost recovery dari implementasi skema bagi hasil gross split selalu meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data SKK Migas, pada tahun 2018 lalu terjadi penghematan sekitar USD0,9 miliar. Lalu pada tahun 2019 ini diperkirakan bisa dihemat sekitar USD1,66 miliar.

“Insya Allah tahun depan kita akan bisa hemat cost recovery sampai (USD) 1,78 miliar,” kata Arcandra, di sela-sela acara Hilir Migas Expo 2019 di JCC Jakarta, Jumat (27/9).

Dengan adanya penghematan biaya cost recovery tersebut diharapkan bisa menekan harga minyak dan gas di hulu menjadi lebih kompetitif. Pada akhirnya harga produk BBM dan gas di hilir pun bisa turut lebih murah dan kompetitif. Menurut dia, penghematan cost recovery terjadi karena sudah banyak kontraktor yang berpindah ke skema gross split sejak 2018.

“Dengan skema ini, pemerintah tak perlu mengganti biaya operasi yang dikeluarkan kontraktor seperti yang terjadi pada skema cost recovery,” pungkasnya. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...